PERAN INTERAKSI ANTAR TEMAN SEBAYA DAN FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHINYA DALAM MEMBENTUK EFISIENSI DIRI BERBICARA PEMBELAJAR BAHASA INGGRIS SEBAGAI BAHASA ASING STUDI KASUS DI: PROGRAM STUDI SASTRA INGGRIS UNIVERSITAS HASANUDDIN


METEORA, LALUNA PRINCESSA (2026) PERAN INTERAKSI ANTAR TEMAN SEBAYA DAN FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHINYA DALAM MEMBENTUK EFISIENSI DIRI BERBICARA PEMBELAJAR BAHASA INGGRIS SEBAGAI BAHASA ASING STUDI KASUS DI: PROGRAM STUDI SASTRA INGGRIS UNIVERSITAS HASANUDDIN. Thesis thesis, Universitas Hasanuddin.

[thumbnail of F041221082-fulll.pdf] Text
F041221082-fulll.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (3MB)

Abstract (Abstrak)

Latar Belakang. Dalam pembelajaran English as a Foreign Language (EFL), terutama di Indonesia, mahasiswa sering memiliki kesempatan terbatas untuk menggunakan bahasa Inggris di luar kelas. Kondisi ini membuat interaksi teman sebaya menjadi sarana penting dalam pembelajaran berbicara. Melalui interaksi tersebut, mahasiswa dapat berlatih menggunakan bahasa Inggris, meningkatkan rasa percaya diri, dan mengurangi hambatan psikologis saat berkomunikasi. Dengan demikian, kemampuan berbicara bahasa Inggris tidak hanya bergantung pada kosakata dan tata bahasa, tetapi juga pada keyakinan mahasiswa terhadap kemampuan berbicara mereka sendiri. Tujuan. Penelitian ini bertujuan mengkaji peran interaksi teman sebaya dalam pembentukan speaking self-efficacy mahasiswa serta mengidentifikasi faktor yang mendukung atau menghambat proses tersebut. Metode. Dengan metode deskriptif kualitatif, penelitian ini melibatkan enam mahasiswa angkatan 2024 Program Studi Sastra Inggris Universitas Hasanuddin yang dipilih melalui purposive sampling. Data diperoleh melalui wawancara semi-terstruktur dan observasi kelas, kemudian dianalisis menggunakan analisis tematik. Hasil. Interaksi teman sebaya ditemukan dalam bentuk diskusi kelompok, kerja kolaboratif, umpan balik, bantuan antarteman, dan dukungan emosional. Diskusi merupakan aktivitas yang paling membantu karena memberi kesempatan kepada mahasiswa untuk berbicara langsung, menanggapi pendapat teman, dan berlatih dalam konteks alami. Interaksi positif membuat mahasiswa lebih nyaman, percaya diri, dan aktif, sedangkan teman yang pasif, perbandingan kemampuan, kecemasan, dan rasa takut dinilai dapat membuat mereka ragu berbicara. Kesimpulan. Interaksi teman sebaya penting dalam pembentukan speaking self-efficacy mahasiswa EFL, namun pengaruhnya dipengaruhi kualitas hubungan, suasana kelompok, dan lingkungan kelas. Oleh karena itu, pembelajaran berbicara sebaiknya berlangsung aman, interaktif, dan tidak menghakimi agar mahasiswa lebih percaya diri dan berani berpartisipasi.

Item Type: Thesis (Thesis)
Subjects: P Language and Literature > PN Literature (General)
Divisions (Program Studi): Fakultas Ilmu Budaya > Sastra Inggris
Depositing User: Nasyir Nompo
Date Deposited: 06 Oct 2026 06:29
Last Modified: 06 Oct 2026 06:29
URI: http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/58880

Actions (login required)

View Item
View Item