SENTIMEN PUBLIK DAN KOMUNIKASI KRISIS PEMERINTAH: ANALISIS WACANA KRITIS NORMAN FAIRCLOUGH TERKAIT KEBIJAKAN TAMBANG RAJA AMPAT = PUBLIC SENTIMENT AND GOVERNMENT CRISIS COMMUNICATION: A CRITICAL DISCOURSE ANALYSIS BY NORMAN FAIRCLOUGH REGARDING THE RAJA AMPAT MINING POLICY


ANWAR, HAERIL (2026) SENTIMEN PUBLIK DAN KOMUNIKASI KRISIS PEMERINTAH: ANALISIS WACANA KRITIS NORMAN FAIRCLOUGH TERKAIT KEBIJAKAN TAMBANG RAJA AMPAT = PUBLIC SENTIMENT AND GOVERNMENT CRISIS COMMUNICATION: A CRITICAL DISCOURSE ANALYSIS BY NORMAN FAIRCLOUGH REGARDING THE RAJA AMPAT MINING POLICY. Thesis thesis, UNIVERSITAS HASANUDDIN.

[thumbnail of FULL TEKS] Text (FULL TEKS)
E022241032-fullll.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (2MB)

Abstract (Abstrak)

Narasi pemerintah dalam isu kebijakan ekstraktif kerap berfungsi sebagai instrumen ideologi yang melampaui sekadar komunikasi publik, namun penerapan Analisis Wacana Kritis (AWK) pada konteks media digital Indonesia masih sangat terbatas. Penelitian ini bertujuan menganalisis konstruksi tekstual, praktik diskursif, serta fungsi ideologi-sosial komunikasi krisis pemerintah terkait kebijakan pertambangan nikel di Raja Ampat. Data berupa 33 dokumen media digital periode Juni 2025 dikodekan menggunakan perangkat lunak ATLAS.ti menghasilkan 822 kutipan lintas sembilan kode, kemudian dianalisis menggunakan kerangka tiga dimensi Fairclough. Pada dimensi teks, narasi dibangun melalui tiga strategi terkoordinasi, yaitu; (1) diksi kooptatif-peyoratif (misalnya "wahabi lingkungan" untuk mendelegitimasi oposisi), (2) nominalisasi yang mengaburkan agen pengambil kebijakan, dan (3) metafora nasionalisme defensif. Pada dimensi praktik diskursif, terjadi asimetri sentimen ekstrem antara media arus utama (67% positif) dan media sosial (95% negatif); puncak percakapan media sosial bahkan mendahului respons media arus utama. Hal ini membuktikan bahwa narasi komunikasi krisis pemerintah merupakan reaksi terhadap tekanan publik digital, bukan inisiatif proaktif. Pada dimensi ideologi-sosial, yang paling dominan dengan 169 kutipan (20,6% total korpus), narasi terbukti berfungsi sebagai instrumen hegemoni developmentalisme ekstraktif melalui tiga mekanisme: pembingkaian PT Gag Nikel sebagai "aset negara" yang tak tergantikan, konstruksi identitas biner "patriot nasional" versus "agen asing", dan pelenyapan agency masyarakat adat suku Maya dan Betew. Pencabutan empat izin usaha pertambangan dianalisis bukan sebagai perubahan struktural, melainkan konsesi simbolik untuk meredam tekanan tanpa membongkar rezim ekstraktif. Penelitian ini membuktikan bahwa narasi kebijakan ekstraktif adalah instrumen hegemoni dan memperkuat relevansi metodologi AWK digital untuk menganalisis wacana lingkungan di Indonesia.

Item Type: Thesis (Thesis)
Uncontrolled Keywords: analisis wacana kritis Fairclough, komunikasi krisis pemerintah, sentiment publik, kebijakan tambang Raja Ampat
Subjects: H Social Sciences > HE Transportation and Communications
Divisions (Program Studi): Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik > Ilmu Komunikasi
Depositing User: - Andi Anna
Date Deposited: 06 Oct 2026 02:54
Last Modified: 06 Oct 2026 02:54
URI: http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/58856

Actions (login required)

View Item
View Item