DARMADI, DARMADI (2026) MAHKAMAH KELUARGA: DINAMIKA POLITIK DINASTI JOKOWI DAN MANIPULASI KONSTITUSI DALAM MEDIA SOSIAL X (TWITTER) = Mahkamah Keluarga (The Family Court): The Political Dynamics of the Jokowi Dynasty and Constitutional Manipulation on Social Media Platform X (Twitter). Thesis thesis, UNIVERSITAS HASANUDDIN.
E022231019-MaANT2tpg4QBDEwe-20260715225224.png
Download (37kB) | Preview
E022231019-1-2.pdf
Download (315kB)
E022231019-dp.pdf
Download (89kB)
E022231019-fullll.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (2MB)
Abstract (Abstrak)
Penelitian ini menganalisis dinamika politik dinasti dan isu manipulasi konstitusi dalam diskursus publik di media sosial X (Twitter) melalui penggunaan kata kunci dan tagar “Mahkamah Keluarga”. Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif dengan metode gabungan Social Network Analysis (SNA) dan Critical Discourse Analysis (CDA). SNA digunakan untuk memetakan struktur jaringan, aktor dominan, serta pola interaksi dalam percakapan digital, sementara CDA digunakan untuk mengungkap makna, ideologi, dan konstruksi wacana yang berkembang di balik narasi publik. Pengumpulan data dilakukan melalui teknik crawling menggunakan perangkat Tweet-Harvest berbasis Python dengan memanfaatkan API platform X, sehingga memungkinkan pengambilan data secara sistematis dalam jumlah besar. Data yang dianalisis mencakup teks percakapan, interaksi pengguna, serta dinamika penyebaran informasi dalam periode tertentu yang merepresentasikan puncak perbincangan publik terkait isu tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa wacana “Mahkamah Keluarga” di media sosial tidak hanya merepresentasikan kritik terhadap praktik politik dinasti, tetapi juga menjadi ruang artikulasi resistensi publik terhadap dugaan manipulasi konstitusi. Pola jaringan memperlihatkan adanya aktor-aktor kunci yang berperan dalam memproduksi dan menyebarkan narasi, serta terbentuknya klaster diskursus yang memperkuat polarisasi opini. Secara ideologis, wacana ini mencerminkan ketegangan antara nilai demokrasi dan praktik kekuasaan yang dipersepsikan eksklusif. Selain itu, penggunaan satire, simbol, dan bahasa populer dalam percakapan digital menunjukkan bahwa media sosial berfungsi sebagai arena alternatif bagi masyarakat untuk mengekspresikan kritik politik secara lebih terbuka. Meskipun demikian, respons publik terhadap isu ini tetap beragam, dipengaruhi oleh latar belakang sosial, politik, dan preferensi ideologis masing-masing pengguna.
| Item Type: | Thesis (Thesis) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | politik dinasti, manipulasi konstitusi, Mahkamah Keluarga, media sosial X, SNA, CDA |
| Subjects: | H Social Sciences > HE Transportation and Communications |
| Divisions (Program Studi): | Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik > Ilmu Komunikasi |
| Depositing User: | - Andi Anna |
| Date Deposited: | 06 Oct 2026 00:56 |
| Last Modified: | 06 Oct 2026 00:56 |
| URI: | http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/58837 |
