PARAPA', CLARITA (2026) Framing Berita Dugaan Korupsi Tom Lembong di Metro TV dan tvOne = Framing of News Coverage on the Alleged Corruption Case of Tom Lembong in Metro TV and tvOne. Skripsi thesis, UNIVERSITAS HASANUDDIN.
E021221047-hU1dFy2MQwkfESBe-20260716152929.jpg
Download (306kB) | Preview
E021221047-1-2.pdf
Download (587kB)
E021221047-dp.pdf
Download (233kB)
E021221047-full.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (5MB)
Abstract (Abstrak)
Kasus dugaan korupsi impor gula yang menjerat mantan Menteri Perdagangan Thomas Trikasih Lembong atau Tom Lembong menjadi salah satu isu yang mendapat perhatian besar dari publik dan media nasional. Penetapan tersangka yang dilakukan hanya dua minggu setelah pelantikan Presiden Prabowo-Gibran memunculkan berbagai spekulasi mengenai motif politik di baliknya, mengingat Tom Lembong merupakan bagian dari tim pemenangan pasangan Anies-Muhaimin pada Pilpres 2024. Dalam konteks ini, Metro TV dan tvOne sebagai dua stasiun televisi berita nasional dengan afiliasi politik yang berbeda menjadi objek yang relevan untuk dikaji pembingkaiannya. Tujuan. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pembingkaian Metro TV dan tvOne dalam meliput kasus dugaan korupsi Tom Lembong serta membandingkan perbedaan konstruksi makna yang dibangun oleh kedua media tersebut. Metode. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan model analisis framing Gamson dan Modigliani yang mencakup framing devices dan reasoning devices. Data dikumpulkan melalui observasi, dokumentasi, dan studi pustaka terhadap masing-masing sembilan berita dari akun YouTube resmi Metro TV dan tvOne yang mewakili timeline kasus sejak penetapan tersangka hingga pemberian abolisi. Hasil. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Metro TV secara dominan membangun pembingkaian yang simpatik dan defensif terhadap Tom Lembong dengan membingkai kasus ini sebagai bentuk kriminalisasi kebijakan yang mengandung cacat prosedural dan dimensi politik. Sementara itu, tvOne pada tahap awal membangun pembingkaian yang negatif terhadap Tom Lembong dengan memperkuat legitimasi institusi penegak hukum, namun mengalami pergeseran yang signifikan pada tahap akhir pemberitaan. Kesimpulan. Perbedaan pembingkaian kedua media ini mencerminkan bagaimana afiliasi politik institusi media turut membentuk konstruksi realitas yang disajikan kepada publik.
| Item Type: | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Analisis Framing, Metro TV, tvOne, Tom Lembong, Pemberitaan Televisi |
| Subjects: | H Social Sciences > HE Transportation and Communications |
| Divisions (Program Studi): | Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik > Ilmu Komunikasi |
| Depositing User: | - Andi Anna |
| Date Deposited: | 06 Oct 2026 00:49 |
| Last Modified: | 06 Oct 2026 00:49 |
| URI: | http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/58829 |
