HAFSARI, HANNA AULIA (2026) Evaluasi Efektivitas Bioaktivator sebagai Agen Biokontrol dan Biofertilizer terhadap Penyakit Busuk Bulir dan Produksi Padi. Skripsi thesis, Universitas Hasanuddin.
G061221078-VB2Qf7eP06RFbNn3-20260716134612.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (1MB)
Abstract (Abstrak)
Latar Belakang. Padi (Oryza sativa L.) merupakan komoditas pangan utama di Indonesia, namun produktivitasnya masih sering menurun akibat serangan penyakit busuk bulir yang disebabkan oleh bakteri Burkholderia glumae. Penyakit ini menyerang pada fase generatif sehingga menurunkan hasil serta kualitas gabah. Pemanfaatan bioaktivator berbasis mikroorganisme menjadi alternatif pengendalian ramah lingkungan yang berpotensi meningkatkan produktivitas sekaligus menekan perkembangan penyakit. Tujuan. Penelitian ini menganalisis pengaruh aplikasi bioaktivator Mikrobat, POMI, CAS, dan EM4 terhadap pertumbuhan, hasil, dan keparahan penyakit busuk bulir padi pada fase generatif. Metode. Penelitian menggunakan rancangan acak kelompok (RAK) dengan lima perlakuan, yaitu tanpa bioaktivator, Mikrobat, POMI, CAS, dan EM4, masing-masing diulang empat kali. Bioaktivator diaplikasikan pada umur 45 dan 60 hari setelah tanam (HST). Parameter yang diamati meliputi jumlah anakan produktif, tinggi tanaman, hasil gabah, bobot 1.000 bulir, persentase gabah isi, serta tingkat keparahan penyakit busuk bulir yang ditentukan berdasarkan persentase bulir terinfeksi. Hasil. Aplikasi bioaktivator tidak berpengaruh nyata terhadap jumlah anakan produktif dan bobot 1.000 bulir gabah. Namun, EM4 meningkatkan tinggi tanaman pada umur 90 HST hingga 122,5 cm. Mikrobat menghasilkan produksi gabah tertinggi dengan dugaan hasil sebesar 7.680 kg ha⁻¹ GKP dan 6.720 kg ha⁻¹ GKG, sedangkan CAS menghasilkan persentase gabah isi tertinggi sebesar 80,2%. Tingkat keparahan penyakit busuk bulir pada perlakuan Mikrobat, POMI, dan CAS sebesar 11,11%, lebih rendah dibandingkan kontrol tanpa bioaktivator sebesar 18,88%, sedangkan EM4 menunjukkan tingkat keparahan sebesar 13,33%. Kesimpulan. Bioaktivator efektif sebagai agen biokontrol dalam menekan keparahan penyakit busuk bulir dan berpotensi sebagai biofertilizer dalam meningkatkan produksi padi. Mikrobat menunjukkan efektivitas terbaik dengan menghasilkan produksi gabah tertinggi sebesar 7.680 kg ha⁻¹ GKP dan 6.720 kg ha⁻¹ GKG serta menekan keparahan penyakit busuk bulir hingga 11,11% pada kondisi infeksi alami di lapangan.
| Item Type: | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Subjects: | S Agriculture > S Agriculture (General) |
| Divisions (Program Studi): | Fakultas Pertanian > Proteksi Tanaman |
| Depositing User: | Unnamed user with username Masnah |
| Date Deposited: | 05 Oct 2026 02:37 |
| Last Modified: | 05 Oct 2026 02:37 |
| URI: | http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/58773 |
