FADILLAH, ABSFANI (2026) Tansformasi Limbah Sagu dan Ampas Kopi Menjadi Pelet Biochar yang Difortifikasi Unsur Hara Nitrogen (N) serta Pemanfaatannya Pada Tanaman Sawi Putih (Brassica pekinensia L). Skripsi thesis, Universitas Hasanuddin.
G051221004-qKAdolBRZ06z9QCN-20260716103230.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (1MB)
Abstract (Abstrak)
ABSTRAK Fani Fadillah, Transformasi Limbah Sagu dan Ampas Kopi Menjadi Pelet Biochar Yang Difortifikasi Unsur Hara Nitrogen (N) Serta Pemanfaatannya Pada Tanaman Sawi Putih (Brassica pekinensia L). (dibimbing oleh Prof. Dr. Ir. Dorothea Agnes Rampisela, M.Sc). Latar Belakang. Indonesia merupakan salah satu negara dengan potensi sumber daya pangan berbasis karbohidrat yang cukup tinggi, salah satunya adalah tanaman sagu. Pada pengolahan sagu terdapat ampas sagu akan menghasilkan sebanyak 81,5 % atau 6 kali lipat dari tepung sagu. Limbah organik lain yang juga berpotensi mencemari lingkungan adalah ampas kopi. Hasil produksi kopi sebanyak 720 ton didapatkan 324 ton limbah ampas kopi atau sekitar 45% dari total produksi ampas kopi yang tidak dikelola dengan baik. Pemanfaatan limbah pertanian, khususnya limbah sagu dan ampas kopi, sebagai bahan baku biochar dapat mengurangi volume limbah yang mencemari lingkungan sekaligus mengubahnya menjadi produk bernilai tambah. Tujuan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pemberian pelet biochar dari limbah sagu dan ampas kopi terhadap sifat kimia tanah, serta menganalisis pengaruh pelet biochar yang difortifikasi unsur hara nitrogen (N) terhadap pertumbuhan tanaman sawi putih. Metode. Pada penelitian ini menggunakan metode kuantitatif Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan tiga perlakuan dan 3 kali ulangan yaitu : SCN0 = Kontrol (Tanpa Fortifikasi N), SCN1 = Fortifikasi N 0,54 g polybag-1 atau 50 kg/ha, SCN2= Fortifikasi N 1,08 g polybag-1 atau 100 kg/ha. Hasil. Analisis tanah awal menunjukkan pH tanah yang masam (5,22), kandungan C-organik rendah (0,54%), dan kapasitas tukar kation (KTK) yang rendah (13,57 cmol/kg), setelah perlakuan pH tanah, C-organik, nilai KTK tanah pasca panen menunjukkan peningkatan signifikan, dan Perlakuan dengan dosis tertinggi SCN2 menunjukkan respon terbaik terhadap pertumbuhan tanaman, yang ditunjukkan oleh peningkatan jumlah daun dan tinggi tanaman dibandingkan dengan dosis perlakuan lainnya. Kesimpulan. Pemberian pelet biochar yang terbuat dari ampas sagu dan ampas kopi menunjukkan bahwa pelet biochar mampu memperbaiki kondisi tanah. Yaitu meningkatnya nilai pH tanah dari katagori masam (5,22) menjadi kategori netral (6,88), meningkatnya kandungan C-organik dari 0,54 (kategori sangat rendah) menjadi 2.38 (kategori sedang), serta meningkatnya kapasitas tukar kation (KTK) dari 13,57 cmol/Kg-1 (kategori rendah) menjadi 25,9 cmol/Kg-1 (kategori tinggi). Fortifikasi unsur hara Nitrogen (N) pada pelet biochar menunjukkan perlakuan dosis urea 0,54g/polybag (50kg/ha) menghasilkan bobot segar yang tidak berbeda nyata dengan dosis 1,08g/polybag (100kg/ha) yaitu 0,7- 1,3 ton bobot segar/ha/panen. Nilai produksi bobot segar ini masih jauh dari rata-rata hasil produksi panen tanaman sawi pada umumnya yang dapat mencapai 20 ton/ha.
| Item Type: | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Subjects: | S Agriculture > S Agriculture (General) |
| Divisions (Program Studi): | Fakultas Pertanian > Ilmu Tanah |
| Depositing User: | Unnamed user with username Masnah |
| Date Deposited: | 05 Oct 2026 02:14 |
| Last Modified: | 05 Oct 2026 02:14 |
| URI: | http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/58762 |
