ISLAM, SYAIFUL (2026) PERBANDINGAN EFEKTIVITAS HIGH-FLOW NASAL CANNULA (HFNC) DENGAN NON-INVASIVE VENTILATION (NIV) PADA PASIEN DENGAN GAGAL NAPAS AKUT = Comparative Effectiveness of High-Flow Nasal Cannula Versus Non-Invasive Ventilation in Patients with Acute Respiratory Failure. Sp thesis, Universitas Hasanunddin.
C135221013-1-2.pdf
Download (1MB)
C135221013-b5eTMHsfQdP6XVCB-20260707120301.jpg
Download (311kB)
C135221013-dp.pdf
Download (169kB)
C135221013-fulll.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (1MB)
Abstract (Abstrak)
PERBANDINGAN EFEKTIVITAS HIGH-FLOW NASAL CANNULA (HFNC) DENGAN NON-INVASIVE VENTILATION (NIV) PADA PASIEN DENGAN GAGAL NAPAS AKUT ABSTRAK Pendahuluan: Gagal napas akut (ARF) merupakan penyebab utama masuknya pasien ke unit perawatan intensif dan kematian. Kanula hidung aliran tinggi (HFNC) dan ventilasi non-invasif (NIV) digunakan, tetapi efektivitasnya masih kontroversial. Tujuan: Studi ini bertujuan untuk membandingkan efektivitas HFNC dan NIV dalam meningkatkan parameter oksigenasi, durasi terapi, dan kebutuhan ventilasi mekanik invasif pada pasien dengan ARF. Metode: Uji coba terkontrol acak prospektif melibatkan 52 pasien ARF yang secara acak ditugaskan ke kelompok HFNC (n = 26) atau NIV (n = 26). Parameter oksigenasi dan pernapasan, termasuk rasio PaO₂/FiO₂, PaO₂, PaCO₂, laju pernapasan, saturasi oksigen, dan Skala Koma Glasgow, diukur pada 2, 24, 48, dan 72 jam pasca intervensi. Durasi terapi dan kebutuhan ventilasi mekanik invasif dievaluasi. Analisis statistik menggunakan uji parametrik dan non-parametrik dengan p < 0,05. Hasil: HFNC dan NIV meningkatkan oksigenasi, meningkatkan rasio PaO₂/FiO₂, PaO₂, dan SpO₂, sementara menurunkan PaCO₂ dan RR. Tidak ditemukan perbedaan signifikan antara kelompok dalam rasio PaO₂/FiO₂, PaO₂, SpO₂, dan GCS (p > 0,05). NIV menunjukkan penurunan yang lebih besar pada PaCO₂ dan RR pada 48 dan 72 jam (p < 0,05). Durasi terapi serupa antara HFNC dan NIV (5,15 ± 2,89 vs 5,31 ± 2,01 hari; p = 0,825). Kebutuhan ventilasi mekanik invasif sedikit lebih tinggi pada HFNC (23,1%) daripada NIV (19,2%), tetapi tidak signifikan (p = 0,734). Kesimpulan: HFNC dan NIV sama-sama meningkatkan oksigenasi dan mengurangi ventilasi mekanik invasif pada pasien ARF. Namun, NIV memberikan perbaikan parameter ventilasi yang lebih cepat dibandingkan dengan HFNC.
| Item Type: | Thesis (Sp) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Kata kunci: Gagal napas akut, Kanula hidung aliran tinggi, Ventilasi non-invasif, Terapi oksigen, Ventilasi mekanik, Dukungan pernapasan |
| Subjects: | R Medicine > R Medicine (General) |
| Divisions (Program Studi): | Fakultas Kedokteran > PPDS Anestesiologi |
| Depositing User: | - Andi Anna |
| Date Deposited: | 01 Oct 2026 06:43 |
| Last Modified: | 01 Oct 2026 06:43 |
| URI: | http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/58664 |
