TANRA, ANDI AHMAD KHALYNUL (2026) Postoperative Pain Management pada Total Knee Arthroplasty: Perbedaan antara Adductor Canal Block dengan Kombinasi Adductor Canal Block dan IPACK Block pada Skala Nyeri, Mobilisasi, Respons Stres yang Diukur dengan Neutrophil-to-Lymphocyte Ratio (NLR), C-Reactive Protein (CRP), dan Lama Tinggal di Rumah Sakit = Postoperative Pain Management after Total Knee Arthroplasty: Comparison of Adductor Canal Block versus Combined Adductor Canal Block and iPACK Block on Pain Scores, Early Mobilization, Inflammatory Stress Response (NLR and CRP), and Length of Stay. Sp thesis, Universitas Hasanunddin.
C135221008-1-2.pdf
Download (1MB)
C135221008-AUybDzVJdpcl6tXB-20260703234036.png
Download (144kB)
C135221008-dp.pdf
Download (231kB)
C135221008-fullll.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (2MB)
Abstract (Abstrak)
Penelitian ini bertujuan membandingkan efektivitas adductor canal block (ACB) saja dengan kombinasi ACB dan infiltration between the popliteal artery and capsule of the knee (iPACK) pada pasien yang menjalani total knee arthroplasty (TKA), ditinjau dari nyeri pascaoperasi, respons inflamasi, dan luaran pemulihan awal. Penelitian ini merupakan uji klinis acak tersamar ganda dengan desain kelompok paralel pada 20 pasien TKA elektif yang dibagi menjadi kelompok ACB (n=10) dan kelompok ACB+iPACK (n=10). Intensitas nyeri dinilai dengan Numeric Rating Scale (NRS) saat istirahat dan bergerak pada 6, 12, dan 24 jam pascaoperasi. Penanda inflamasi yang dinilai adalah neutrophil-to-lymphocyte ratio (NLR) dan C-reactive protein (CRP). Luaran klinis meliputi waktu mobilisasi pertama, lama rawat inap, dan kebutuhan rescue analgesia. Karakteristik dasar kedua kelompok sebanding. NRS saat istirahat tidak berbeda bermakna, tetapi NRS saat bergerak lebih rendah pada kelompok ACB+iPACK pada 6, 12, dan 24 jam. Pada 24 jam, nilai NLR lebih rendah bermakna pada kelompok ACB+iPACK, sedangkan CRP menunjukkan kecenderungan lebih rendah namun tidak bermakna secara statistik. Kelompok ACB+iPACK juga mencapai mobilisasi lebih dini dan lama rawat inap yang lebih singkat. Tidak ada pasien pada kedua kelompok yang memerlukan rescue analgesia. Disimpulkan bahwa penambahan iPACK pada ACB memberikan manfaat klinis berupa kontrol nyeri dinamis yang lebih baik, mobilisasi lebih cepat, dan pemendekan lama rawat inap setelah TKA, dengan kemungkinan penurunan respons inflamasi dini.
| Item Type: | Thesis (Sp) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Total knee arthroplasty; adductor canal block; iPACK block; nyeri pascaoperasi; NLR; CRP; lama rawat inap |
| Subjects: | R Medicine > R Medicine (General) |
| Divisions (Program Studi): | Fakultas Kedokteran > PPDS Anestesiologi |
| Depositing User: | - Andi Anna |
| Date Deposited: | 01 Oct 2026 06:34 |
| Last Modified: | 01 Oct 2026 06:34 |
| URI: | http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/58661 |
