LUMBANRAJA, MARIA SANTI DEWI (2026) Analisis Profil Lipid Dan Hemoglobin Terglikosilasi Terhadap Kadar Endothelin-1 Serum pada Subjek Diabetes Melitus Tipe 2 = Association Between Serum Endothelin-1 And The Metabolic Profile of Type 2 Diabetes Mellitus - A Cross-Sectional Study. Sp thesis, Universitas Hasanunddin.
C085222011-1-2.pdf
Download (2MB)
C085222011-dp.pdf
Download (180kB)
C085222011-fulll.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (6MB)
C085222011-rsyPgckW5OTm3l6V-20260624092116.png
Download (106kB)
Abstract (Abstrak)
Maria Santi Dewi Lumbanraja, Analisis Profil Lipid dan Hemoglobin Terglikosilasi Terhadap Kadar Endothelin-1 Serum Pada Subjek Diabetes Melitus Tipe 2 Tujuan: Endothelin-1 telah diusulkan sebagai penanda disfungsi endotel pada diabetes melitus tipe 2 (DMT2), tetapi hubungannya dengan penanda metabolik rutin masih belum pasti. Studi ini mengevaluasi hubungan serum Endothelin-1 dengan HbA1c, profil lipid, kadar glukosa puasa, indeks massa tubuh, dan tekanan darah pada pasien dengan DMT2. Bahan dan metode: Studi potong lintang ini melibatkan 80 pasien dewasa dengan DMT2 yang mengunjungi klinik rawat jalan diabetes di Rumah Sakit Universitas Hasanuddin, Makassar, Indonesia. Data klinis dan laboratorium rutin diperoleh dari rekam medis, dan serum Endothelin-1 diukur menggunakan uji imunosorben terkait enzim kompetitif. Hubungan dianalisis menggunakan uji korelasi Spearman dan uji perbandingan kelompok yang sesuai. Hasil: Kadar Endothelin-1 serum tidak berkorelasi signifikan dengan kolesterol total (r = -0,072, p = 0,524), trigliserida (r = -0,064, p = 0,574), HDL-C (r = -0,030, p = 0,794), LDL-C (r = -0,103, p = 0,363), HbA1c (r = -0,034, p = 0,766), kadar glukosa puasa (r = -0,074, p = 0,257), indeks massa tubuh (r = -0,060, p = 0,597), tekanan darah sistolik (r = -0,061, p = 0,509), atau tekanan darah diastolik (r = -0,076, p = 0,500). Kadar Endothelin-1 juga tidak berbeda secara signifikan di seluruh subkelompok demografis atau klinis. Pada analisis sekunder, HbA1c berkorelasi positif dengan kolesterol total, trigliserida, dan LDL-C. Kesimpulan: Pada pasien dengan T2DM, serum Endothelin-1 tidak berhubungan dengan parameter glikemik, lipid, antropometri, atau tekanan darah rutin.
| Item Type: | Thesis (Sp) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Diabetes melitus tipe 2; Endothelin-1; Disfungsi endotel; HbA1c; Profil lipid; Dislipidemia; Indonesia |
| Subjects: | R Medicine > RB Pathology |
| Divisions (Program Studi): | Fakultas Kedokteran > PPDS Ilmu Patologi Klinik |
| Depositing User: | - Andi Anna |
| Date Deposited: | 30 Sep 2026 08:28 |
| Last Modified: | 30 Sep 2026 08:28 |
| URI: | http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/58594 |
