Korelasi Kadar Propeptida N-Terminal Kolagen Tipe III (Pro-C3) Dengan Derajat Fibrosis Hati Pasien Hepatitis B Kronik = The Correlation Between Of Type III Collagen N-Terminal Propeptide (Pro-C3) With Degree Liver Fibrosis In Chronic Hepatitis B Patients


NIRWANA, WA ODE (2026) Korelasi Kadar Propeptida N-Terminal Kolagen Tipe III (Pro-C3) Dengan Derajat Fibrosis Hati Pasien Hepatitis B Kronik = The Correlation Between Of Type III Collagen N-Terminal Propeptide (Pro-C3) With Degree Liver Fibrosis In Chronic Hepatitis B Patients. Sp thesis, Universitas Hasanunddin.

[thumbnail of C085222009-1-2.pdf] Text
C085222009-1-2.pdf

Download (362kB)
[thumbnail of C085222009-dp.pdf] Text
C085222009-dp.pdf

Download (128kB)
[thumbnail of C085222009-fulll.pdf] Text
C085222009-fulll.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (11MB)
[thumbnail of C085222009-Ldon2uPUWwp6HBvK-20260623173804.jpg] Image
C085222009-Ldon2uPUWwp6HBvK-20260623173804.jpg

Download (51kB)

Abstract (Abstrak)

Wa Ode Nirwana. KORELASI KADAR PROPEPTIDA N-TERMINAL KOLAGEN TIPE III (PRO-C3) DENGAN DERAJAT FIBROSIS HATI PASIEN HEPATITIS B KRONIK (dibimbing oleh Mutmainnah dan Ibrahim Abdul Samad) Latar Belakang : Hepatitis B kronik merupakan penyebab utama fibrosis hati, sirosis, dan karsinoma hepatoseluler. Aspartate aminotransferase-to-platelet ratio index (APRI), fibrosis-4 index (FIB-4), dan liver stiffness measurement (LSM) banyak digunakan untuk menilai fibrosis hati secara non-invasif, namun parameter tersebut terutama mencerminkan konsekuensi biokimia atau struktural tidak langsung dari cedera hati. Pro-C3 merefleksikan pembentukan kolagen tipe III yang aktif sehingga memberikan gambaran dinamis mengenai proses fibrogenesis yang dapat berbeda dari indeks konvensional yang didasarkan pada cedera hati, jumlah trombosit, atau kekakuan jaringan hati. Namun, bukti mengenai peran Pro-C3 pada hepatitis B kronik, khususnya pada populasi Asia Tenggara, masih terbatas. Tujuan : Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi hubungan kadar Pro-C3 serum dengan derajat fibrosis hati pada pasien hepatitis B kronik. Metode : Penelitian ini menggunakan desain cross-sectional yang melibatkan 86 pasien hepatitis B kronik. Kadar Pro-C3 serum diukur menggunakan enzyme-linked immunosorbent assay (ELISA). Tingkat keparahan fibrosis dinilai menggunakan APRI, FIB-4, dan pengukuran kekakuan hati berbasis FibroScan. Analisis statistik meliputi uji normalitas Kolmogorov–Smirnov, korelasi Spearman, uji Kruskal–Wallis, dan analisis post-hoc least significant difference (LSD). Analisis korelasi dilakukan untuk menilai hubungan antara Pro-C3 dengan indeks fibrosis, sedangkan analisis komparatif digunakan untuk mengevaluasi perbedaan antar kelompok fibrosis. Hasil : Subjek penelitian terdiri atas 38 laki-laki (44,2%) dan 48 perempuan (55,8%) dengan rerata usia 44 ± 13 tahun. Median kadar Pro-C3 serum adalah 0,14 ng/mL (rentang 0,01–6,80 ng/mL). Kadar Pro-C3 menunjukkan korelasi yang bermakna dengan APRI (r = 0,595; p < 0,001), FIB-4 (r = 0,340; p = 0,001), dan LSM (r = 0,640; p < 0,001). Pada kategori fibrosis yang ditentukan berdasarkan APRI, FIB-4, maupun LSM, kadar Pro-C3 ditemukan paling tinggi pada kelompok dengan fibrosis hati berat. Kesimpulan : Kadar Pro-C3 berhubungan secara signifikan dengan seluruh metode penilaian fibrosis non-invasif pada hepatitis B kronik. Pro-C3 berpotensi mencerminkan aktivitas fibrogenesis lanjut dan merupakan biomarker pelengkap yang menjanjikan untuk penilaian fibrosis hati secara non-invasif, terutama pada fasilitas kesehatan yang belum memiliki akses terhadap pemeriksaan elastografi.

Item Type: Thesis (Sp)
Uncontrolled Keywords: Pro-C3, fibrosis hati, hepatitis B kronik, APRI, FIB-4, LSM (liver stifness measurement)
Subjects: R Medicine > RB Pathology
Divisions (Program Studi): Fakultas Kedokteran > PPDS Ilmu Patologi Klinik
Depositing User: - Andi Anna
Date Deposited: 30 Sep 2026 08:25
Last Modified: 30 Sep 2026 08:25
URI: http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/58592

Actions (login required)

View Item
View Item