Analisis Tindak Tutur terhadap Wacana Strategis dalam Kontroversi atas Keaslian Ijazah Presiden Joko Widodo


PUTRI, AISYAH AULIA (2026) Analisis Tindak Tutur terhadap Wacana Strategis dalam Kontroversi atas Keaslian Ijazah Presiden Joko Widodo. Thesis thesis, Universitas Hasanuddin.

[thumbnail of F022231011-LWEBub3MKtyNSgYT-20260423200722.jpeg] Image
F022231011-LWEBub3MKtyNSgYT-20260423200722.jpeg

Download (46kB)
[thumbnail of F022231011-1-2.pdf] Text
F022231011-1-2.pdf

Download (205kB)
[thumbnail of F022231011-dp.pdf] Text
F022231011-dp.pdf

Download (26kB)
[thumbnail of F022231011-full.pdf] Text
F022231011-full.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (1MB)

Abstract (Abstrak)

Penelitian ini mengkaji mekanisme pragmatik yang mendasari ujaran kebencian digital dalam wacana politik daring, dengan berfokus pada bagaimana tuduhan mengenai keaslian ijazah Presiden Joko Widodo dibangun secara diskursif dan disebarluaskan sebagai fakta. Dalam lingkungan digital, permusuhan politik sering kali dikonstruksi melalui praktik kebahasaan strategis yang membentuk persepsi dan menghambat perdebatan kritis. Penelitian ini bertujuan menjelaskan proses keberlangsungan praktik kebahasaan strategis tersebut melalui konfigurasi tindak tutur. Penelitian ini menggunakan metodologi pragmatik kualitatif yang berlandaskan teori tindak tutur (Austin dan Searle), didukung oleh konsep daya ilokusi, praanggapan, implikatur, dan sekuensing pragmatik. Data penelitian berupa ujaran kebencian berbahasa Indonesia dan Inggris yang dikumpulkan dari Twitter/X. Analisis dilakukan pada tingkat mikropragmatik dan makropragmatik. Temuan penelitian menunjukkan bahwa tuduhan difaktualisasikan terutama melalui tindak tutur asertif yang ditandai oleh komitmen ilokusi tinggi. Tindak tutur tersebut direalisasikan melalui struktur deklaratif, pilihan leksikal evaluatif, dan penyingkiran modalitas epistemik, sehingga tuduhan dipresentasikan sebagai fakta yang telah diterima. Kekuatan ilokusinya diperkuat oleh tindak tutur ekspresif seperti ejekan, cemoohan, kecaman, dan label stigmatis, yang mendelegitimasi sasaran serta menjadikan penyangkalan tidak efektif. Praanggapan dan implikatur semakin menanamkan asumsi kesalahan tanpa bukti eksplisit. Pada tingkat makropragmatik, permusuhan menyebar melalui rangkaian berulang seperti naturalisasi, pemosisian pihak lain sebagai "yang lain", delegitimasi provokasi, dan rekontekstualisasi. Secara keseluruhan, ujaran digital membangun realitas semu faktual, memobilisasi audiens, dan memperkuat polarisasi.

Item Type: Thesis (Thesis)
Subjects: P Language and Literature > PN Literature (General)
Divisions (Program Studi): Fakultas Ilmu Budaya > Sastra Indonesia
Depositing User: Nasyir Nompo
Date Deposited: 30 Sep 2026 06:15
Last Modified: 30 Sep 2026 06:15
URI: http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/58543

Actions (login required)

View Item
View Item