Hubungan Antara Kadar Prolaktin Serum Dengan Respon Klinis Kemoterapi Penderita Kanker Payudara Stadium Lanjut Lokal Yang Menjalani Kemoterapi Neoadjuvan = Association Between Serum Prolactin Level and Clinical Response to Neoadjuvant Chemotherapy in Locally Advanced Breast Cancer


PATABANG, ERWIN ARYANTO (2026) Hubungan Antara Kadar Prolaktin Serum Dengan Respon Klinis Kemoterapi Penderita Kanker Payudara Stadium Lanjut Lokal Yang Menjalani Kemoterapi Neoadjuvan = Association Between Serum Prolactin Level and Clinical Response to Neoadjuvant Chemotherapy in Locally Advanced Breast Cancer. Sp thesis, Universitas Hasanunddin.

[thumbnail of C028232001-fulll.pdf] Text
C028232001-fulll.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (2MB)

Abstract (Abstrak)

Latar Belakang: Kemoterapi neoadjuvan berbasis antrasiklin-taxan merupakan terapi standar pada kanker payudara stadium lanjut lokal (LABC), namun respon klinis bervariasi akibat kemoresistensi. Bukti praklinis menunjukkan aksis prolaktin–reseptor prolaktin berperan dalam kelangsungan hidup sel tumor, tetapi nilai prediktif klinisnya belum jelas. Penelitian ini mengevaluasi hubungan kadar prolaktin serum sebelum terapi dengan respon kemoterapi pada LABC. Metode: Studi kohort observasional prospektif ini melibatkan 50 perempuan dengan LABC yang menjalani kemoterapi neoadjuvan antrasiklin-taxan. Kadar prolaktin serum diukur dengan ELISA. Respon klinis dinilai setelah tiga siklus kemoterapi menggunakan kriteria RECIST 1.1 (responder vs non-responder). Analisis menggunakan uji Mann–Whitney, kurva ROC, dan regresi logistik. Hasil: Sebanyak 32 pasien (64%) mencapai respon klinis. Kadar prolaktin awal lebih rendah pada responder dibanding non-responder (17,45 ± 10,64 vs 29,32 ± 14,70 ng/mL; p = 0,001). Cut-off optimal 20,69 ng/mL (AUC 0,753; sensitivitas 83,0%; spesifisitas 75,0%). Respon lebih tinggi pada kadar prolaktin <20,69 ng/mL dibanding ≥20,69 ng/mL (88,9% vs 34,8%; p < 0,001). Regresi logistik menunjukkan peningkatan prolaktin menurunkan respon kemoterapi (OR 0,93; p = 0,006). Kesimpulan: Terdapat hubungan yang bermakna antara kadar prolaktin serum awal dengan respon kemoterapi. Kadar prolaktin yang lebih tinggi berhubungan dengan respon kemoterapi yang lebih rendah, sedangkan kadar yang lebih rendah berhubungan dengan respon kemoterapi yang lebih baik.

Item Type: Thesis (Sp)
Uncontrolled Keywords: Kanker payudara; prolaktin; kemoterapi neoadjuvan; antrasiklin; taxan.
Subjects: R Medicine > R Medicine (General)
Divisions (Program Studi): Fakultas Kedokteran > PPDS Ilmu Bedah
Depositing User: - Andi Anna
Date Deposited: 30 Sep 2026 05:52
Last Modified: 30 Sep 2026 05:52
URI: http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/58517

Actions (login required)

View Item
View Item