Hubungan Tingkat Depresi Dengan Tingkat Partisipasi Terapi Fisioterapi Pada Pasien Pascastroke Di RSKD Dadi Provinsi Sulawesi Selatan


NURHALIZA KP, AMALIA (2026) Hubungan Tingkat Depresi Dengan Tingkat Partisipasi Terapi Fisioterapi Pada Pasien Pascastroke Di RSKD Dadi Provinsi Sulawesi Selatan. Skripsi thesis, Universitas Hasanuddin.

[thumbnail of R021221057-fulll.pdf] Text
R021221057-fulll.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (1MB)

Abstract (Abstrak)

AMALIA NURHALIZA KP. Hubungan Tingkat Depresi dengan Tingkat Partisipasi Terapi Fisioterapi pada Pasien Pascastroke di RSKD Dadi Provinsi Sulawesi Selatan (dibimbing oleh Dr. Meutiah Mutmainnah Abdullah, S.Ft., Physio, M.kes). Latar Belakang. Stroke merupakan salah satu penyebab utama disabilitas yang dapat menimbulkan gangguan fisik, kognitif, dan psikologis pada pasien. Setelah mengalami stroke, pasien sering membutuhkan terapi fisioterapi untuk membantu pemulihan fungsi gerak, keseimbangan, mobilitas, dan kemandirian. Salah satu faktor yang dapat memengaruhi partisipasi terapi adalah depresi pascastroke. dapat menghambat keterlibatan pasien dalam terapi fisioterapi. Tujuan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara tingkat depresi dengan tingkat partisipasi terapi fisioterapi pada pasien pascastroke di RSKD Dadi Provinsi Sulawesi Selatan. Metode. Penelitian ini menggunakan desain observasional analitik dengan pendekatan cross-sectional. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 67 responden yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Tingkat depresi diukur menggunakan Patient Health Questionnaire-9 (PHQ-9), sedangkan tingkat partisipasi terapi fisioterapi dinilai menggunakan Pittsburgh Rehabilitation Participation Scale (PRPS). Data dianalisis secara univariat dan bivariat menggunakan uji korelasi Spearman’s rho. Hasil. Sebagian besar responden mengalami depresi cukup berat sebanyak 23 responden (34,3%). Tingkat partisipasi terapi fisioterapi terbanyak berada pada kategori cukup sebanyak 28 responden (41,8%). Hasil uji Spearman’s rho menunjukkan nilai p-value = 0,001 dengan koefisien korelasi sebesar -0,685. Hasil ini menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat depresi dengan tingkat partisipasi terapi fisioterapi dengan arah hubungan negatif dan kekuatan korelasi kuat. Kesimpulan. Terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat depresi dengan tingkat partisipasi terapi fisioterapi pada pasien pascastroke di RSKD Dadi Provinsi Sulawesi Selatan. Semakin tinggi tingkat depresi pasien, maka semakin rendah tingkat partisipasi pasien dalam mengikuti terapi fisioterapi.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Subjects: R Medicine > RA Public aspects of medicine
Divisions (Program Studi): Fakultas Keperawatan > Keperawatan
Depositing User: Unnamed user with username Masnah
Date Deposited: 25 Sep 2026 05:58
Last Modified: 25 Sep 2026 05:58
URI: http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/58462

Actions (login required)

View Item
View Item