TIRANDA, ADELA KOWALSKA (2026) Studi Komparatif Ketebalan Otot Flexor Hallucis Brevis dan Kemampuan Fungsional Pada Mahasiswa Fisioterapi dengan Struktur Kaki Normal dan Flat Foot di Universitas Hasanuddin. Skripsi thesis, Universitas Hasanuddin.
R021221053-1-2.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (436kB)
Abstract (Abstrak)
Latar Belakang. Medial Longitudinal Arcc (MLA) memiliki peran penting dalam menunjang aktivitas dan gerak tubuh, namun rentan mengalami gangguan berupa flat foot (FF) dengan prevalensi usia dewasa muda yang cukup tinggi. Kondisi FF berpotensi mengubah morfologi otot sekitar MLA, salah satunya penipisan Flexor Hallucis Brevis (FHB) dan juga dapat berdampak pada kemampuan fungsional. Evaluasi FF masih didominasi dengan pemeriksaan luar yang belum mengevaluasi struktur pendukung pembentuk arcus. Oleh karena itu, penelitian dilakukan guna memberikan gambaran perbandingan struktur khususnya FHB dengan pencitraan Ultrasonography dan melihat perbedaan kemampuan fungsional antara individu normal foot (NF) dan flat foot (FF). Tujuan. Penelitian ini bertujuan mengetahui perbandingan ketebalan flexor hallucis brevis dan kemampuan fungsional pada mahasiswa fisioterapi dengan struktur kaki normal dan flat foot di Universitas Hasanuddin. Metode. Penelitian ini merupakan penelitian komparatif dengan metode cross-sectional. Sampel penelitian ini berjumlah 70 orang dengan pemilihan sampel dengan sistem kuota sampling yang membagi dua kelompok normal foot dan flat foot dengan jumlah yang sama, Pengukuran ketebalan FHB dilakukan dengan Ultrasonography Mindray DP-10 berfrekuensi 4.5 MHz dan pengukuran kemampuan fungsional menggunakan kuesioner Foot Ankle Ability Measurement. Analisis data perbandingan dilakukan dengan uji Mann-Whitney U. Hasil. Hasil uji Mann-Whitney U mendapatkan perbedaan yang signifikan pada ketebalan otot FHB antara kelompok NF dan FF (Z = –2.491, p = 0.013) dengan kekuatan perbedaan pada kategori sedang. Didapatkan ketebalan otot pada NF lebih besar dari kelompok FF. Sementara itu, pada perbandingan kemampuan fungsional tidak terdapat perbedaan signifikan baik secara kategori tingkat kemampuan fungsional (Z = 0, p = 1) maupun skor FAAM (Z = –1.872, p = 0.061). Kesimpulan. Terdapat perbedaan siginifikan ketebalan otot FHB antara mahasiswa fisioterapi dengan struktur kaki NF dan FF, sedangkan kemampuan fungsional antar kedua kelompok tersebut tidak memiliki perbedaan signifikan.
| Item Type: | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Subjects: | R Medicine > RA Public aspects of medicine |
| Divisions (Program Studi): | Fakultas Keperawatan > Keperawatan |
| Depositing User: | Unnamed user with username Masnah |
| Date Deposited: | 25 Sep 2026 06:00 |
| Last Modified: | 25 Sep 2026 06:00 |
| URI: | http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/58460 |
