GAMBARAN PERTUMBUHAN DAN PERKEMBANGAN ANAK STUNTING PADA GOLDEN PERIODE (USIA 1-5 TAHUN) DI KECAMATAN KAJANG KABUPATEN BULUKUMBA


KHAERIA, ANDI (2026) GAMBARAN PERTUMBUHAN DAN PERKEMBANGAN ANAK STUNTING PADA GOLDEN PERIODE (USIA 1-5 TAHUN) DI KECAMATAN KAJANG KABUPATEN BULUKUMBA. Skripsi thesis, Universitas Hasanuddin.

[thumbnail of R021221045-fulll.pdf] Text
R021221045-fulll.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (2MB)

Abstract (Abstrak)

Latar Belakang: Stunting merupakan masalah gizi kronis yang tidak hanya berdampak pada pertumbuhan fisik anak, tetapi juga memengaruhi perkembangan motorik, bahasa, dan personal-sosial. Masa golden period usia 1–5 tahun merupakan fase penting dalam tumbuh kembang anak sehingga diperlukan deteksi dini terhadap kondisi pertumbuhan dan perkembangan anak stunting. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran pertumbuhan dan perkembangan anak stunting usia 1–5 tahun di Kecamatan Kajang Kabupaten Bulukumba. Metode: Penelitian ini menggunakan desain non-eksperimental dengan pendekatan kuantitatif dan rancangan deskriptif. Penelitian dilaksanakan pada tanggal 15–23 April 2026 di wilayah kerja Puskesmas Kajang, Puskesmas Lembanna, dan Puskesmas Tanah Toa Kecamatan Kajang Kabupaten Bulukumba. Teknik pengambilan sampel menggunakan sampling jenuh dengan jumlah responden sebanyak 50 anak stunting usia 1–5 tahun. Pengumpulan data dilakukan melalui pengukuran antropometri meliputi tinggi badan, berat badan, lingkar kepala, lingkar lengan atas, serta pemeriksaan perkembangan menggunakan Denver Developmental Screening Test II (DDST II). Analisis data dilakukan secara deskriptif menggunakan SPSS versi 26. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan mayoritas responden berjenis kelamin perempuan (56%) dan berusia 2 tahun (40%). Berdasarkan indikator pertumbuhan, sebagian besar anak berada pada kategori sangat pendek berdasarkan TB/U (82%), berat badan kurang berdasarkan BB/U (58%), lingkar kepala normal (82%), dan lingkar lengan atas normal (74%). Hasil interpretasi perkembangan menunjukkan sebagian besar anak berada pada kategori suspect (56%). Pada aspek perkembangan individual, kategori normal paling banyak ditemukan pada motorik kasar (80%), diikuti motorik halus (70%), personal-sosial (54%), dan bahasa (52%). Namun, masih ditemukan kategori caution dan delayed pada seluruh aspek perkembangan. Kesimpulan: Anak stunting usia 1–5 tahun di Kecamatan Kajang tidak hanya mengalami gangguan pertumbuhan fisik, tetapi juga berisiko mengalami keterlambatan perkembangan terutama pada aspek bahasa dan personal-sosial. Diperlukan deteksi dini, pemantauan tumbuh kembang, pemenuhan gizi, serta stimulasi perkembangan secara optimal untuk mendukung kualitas tumbuh kembang anak stunting.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Subjects: R Medicine > RA Public aspects of medicine
Divisions (Program Studi): Fakultas Keperawatan > Fisioterapi
Depositing User: Unnamed user with username Masnah
Date Deposited: 29 Sep 2026 06:19
Last Modified: 29 Sep 2026 06:19
URI: http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/58420

Actions (login required)

View Item
View Item