Analisis Mitigasi Banjir Pada Hulu Sungai Tallo (Studi Kasus: Perumnas Antang Blok 8 dan Blok 10) = Flood Mitigation Analysis in the Upper Tallo River (Case Study: Perumnas Antang Block 8 and Block 10)


ALGIFFARY, MUHAMMAD IRZA (2026) Analisis Mitigasi Banjir Pada Hulu Sungai Tallo (Studi Kasus: Perumnas Antang Blok 8 dan Blok 10) = Flood Mitigation Analysis in the Upper Tallo River (Case Study: Perumnas Antang Block 8 and Block 10). Skripsi thesis, UNIVERSITAS HASANUDDIN.

[thumbnail of D011211108-fullll.pdf] Text
D011211108-fullll.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (5MB)

Abstract (Abstrak)

Latar belakang. Data Historis kejadian banjir di Kota Makassar menggambarkan pola dan dampak bencana banjir yang terus berulang pada beberapa wilayah. khususnya Kelurahan Manggala, Kecamatan Manggala terjadi tiap tahun pada musim penghujan. Banyak dampak kerugian yang dialami masyarakat disana tiap tahunnya. Tujuan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kondisi Topografi, Kedalaman dan Ketinggian muka air banjir pada wilayah Blok 8 dan Blok 10 Perumnas Antang, Serta menganalisis Mitigasi banjir permasalahan tersebut. Metode. Pengambilan data lapangan serta kebutuhan data lainnya dari instansi terakit. Yang kemudian diolah dan dianalisis di ArcGIS dan HECRAS untuk mendapatkan hasilnya. Hasil. Kawasan Blok 8 memiliki elevasi rendah, yakni Elevasi 2-6 Meter di atas permukaan Laut dan Kawasan Blok 10 memiliki beragam elevasi yakni, 3-7 Meter di atas permukaan air laut.. Hasil simulasi dengan data input debit Q50 menunjukkan arah aliran banjir Sungai Mangalarang meluap ke arah kiri dan kanan sungai, selain arah banjir menuju Sungai Tallo, arah aliran banjir menuju ke arah Sungai Kajenjeng dan Saluran Sabbeng membanjiri araea tersebut, begitupun luapan banjir Sungai Kajenjeng dan Saluran Sabbeng yang membanjiri area sekitarnya, hal tersebut menunjukkan bahwa daerah tersebut menjadi reservoir alami dan ketika penuh kemudian arah aliran banjir ke arah Blok 8 dan Blok 10 Perumnas Antang. Kemudian hasil analisis Mitigasi banjir dengan membangun Tanggul di sepanjang saluran Sabbeng memperlihatkan aliran banjir yang tidak memasuki lagi area Blok 8 dan Blok 10 Perumnas Antang. Kesimpulan. Kondisi topografi wilayah Blok 8 dan Blok 10 terletak pada area dengan Elevasi rendah hingga sedang, Hal ini membuat kawasan tersebut rentan terhadap genangan air, Terutama saat musim hujan dengan intensitas tinggi. Kedalaman banjir Blok 8 dan Blok 10; 1.5 m s.d 2.5 m dan Elevasi muka air maksimum di area blok 8 dan blok 10 Perumnas Antang +6.20. Solusi alternatif mitigasi banjir secara Struktural yang dilakukan terdapat dua opsi, yang pertama pembangunan Tanggul di sepanjang saluran Sabbeng ke arah Sungai Kajenjeng dan mengitari permukiman blok 10 Perumnas Antang ke arah Jembatan Waduk Nipa-Nipa dengan total panjang 5.073,39 m dan elevasi tanggul +7 m. Kemudian yang kedua, pembuatan tanggul sepanjang 8879,2 m dan top elevasi tanggul +7 m dan pembuatan kolam retensi berada pada jalur air atau antara Blok 8 dan Blok 10 yang terhubung langsung ke tanggul, dimana posisi pelimpah atau intake berada, dengan elevasi top pelimpah +5,25 m dengan lebar pelimpah 60 m dan posisi outlet berada pada jembatan jalan Nipa-nipa dengan elevasi top dasar pintu air +4 m dan lebar bukaan total 20 m.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Uncontrolled Keywords: Kata Kunci: Topografi, Banjir, Mitigasi Banjir, Tanggul, Kolam Retensi
Subjects: T Technology > TA Engineering (General). Civil engineering (General)
Divisions (Program Studi): Fakultas Teknik > Teknik Sipil
Depositing User: - Andi Anna
Date Deposited: 29 Sep 2026 01:51
Last Modified: 29 Sep 2026 01:51
URI: http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/58372

Actions (login required)

View Item
View Item