MAGHFIRA, ANISA (2026) Hubungan antara Kinesiophobia dan Catastrophizing Pain dengan Aktivitas Fisik pada Pasien Neuropathy Diabetic. Skripsi thesis, Universitas Hasanuddin.
R021221013-fulll.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (3MB)
Abstract (Abstrak)
Latar Belakang: Neuropathy diabetic merupakan komplikasi kronis diabetes melitus yang ditandai oleh kerusakan saraf perifer, nyeri neuropatik, gangguan sensorimotor, serta penurunan fungsi fisik. Kondisi tersebut dapat memengaruhi aktivitas fisik pasien tidak hanya melalui faktor biologis, tetapi juga melalui faktor psikologis seperti kinesiophobia dan catastrophizing pain. Kinesiophobia merupakan rasa takut bergerak akibat kekhawatiran nyeri akan meningkat, sedangkan catastrophizing pain merupakan kecenderungan memandang nyeri secara berlebihan dan negatif. Kedua faktor tersebut diduga berkontribusi terhadap penurunan aktivitas fisik pada pasien neuropathy diabetic. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kinesiophobia dan catastrophizing pain dengan aktivitas fisik pada pasien neuropathy diabetic di Rumah Sakit Pendidikan Universitas Hasanuddin Kota Makassar. Metode: Penelitian ini menggunakan desain observasional analitik dengan pendekatan cross-sectional. Sampel penelitian berjumlah 67 responden setelah dihitung menggunakan softwere G*Power. Kinesiophobia diukur menggunakan Tampa Scale of Kinesiophobia-11 (TSK-11), catastrophizing pain menggunakan Pain Catastrophizing Scale (PCS), dan aktivitas fisik menggunakan International Physical Activity Questionnaire (IPAQ). Analisis data menggunakan uji korelasi Spearman’s rho. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan mayoritas responden berada pada kategori kinesiophobia sedang (76,1%), catastrophizing pain rendah (85,1%), dan aktivitas fisik sedang hingga tinggi (80,6%). Hasil uji statistik menunjukkan tidak terdapat hubungan yang signifikan antara kinesiophobia dengan aktivitas fisik (p = 0,054; r = -0,198) maupun antara catastrophizing pain dengan aktivitas fisik (p = 0,055; r = -0,197). Arah korelasi negatif menunjukkan bahwa semakin tinggi kinesiophobia dan catastrophizing pain maka aktivitas fisik cenderung menurun, meskipun hubungan tersebut sangat lemah dan tidak signifikan secara statistik. Kesimpulan: Tidak terdapat hubungan yang signifikan antara kinesiophobia dan catastrophizing pain dengan aktivitas fisik pada pasien neuropathy diabetic di Rumah Sakit Pendidikan Universitas Hasanuddin Kota Makassar. Aktivitas fisik pada pasien neuropathy diabetic kemungkinan dipengaruhi oleh berbagai faktor lain seperti kondisi fungsional, komorbiditas, kemampuan adaptasi, aktivitas domestik sehari-hari, serta terapi yang dijalani pasien.
| Item Type: | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Subjects: | R Medicine > RA Public aspects of medicine |
| Divisions (Program Studi): | Fakultas Keperawatan > Profesi Fisioterapi |
| Depositing User: | Unnamed user with username Masnah |
| Date Deposited: | 29 Sep 2026 01:32 |
| Last Modified: | 29 Sep 2026 01:32 |
| URI: | http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/58358 |
