FIBRIANI, NURUL (2026) Proyeksi Risiko Paparan Timbal (Pb), Kadmium (Cd), Dan Kromium (Cr) Pada Air Minum Terhadap Kejadian Stunting Di Pulau Sabutung, Pulau Saugi, dan Pulau Tanakeke. Thesis thesis, Universitas Hasanuddin.
K062241003-full.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (7MB)
Abstract (Abstrak)
Nurul Fibriani: Proyeksi Risiko Paparan Timbal (Pb), Kadmium (Cd), dan Kromium (Cr) pada Air Minum terhadap Kejadian Stunting di Pulau Sabutung, Pulau Saugi, dan Pulau Tanakeke (dibimbing oleh Agus Bintara Birawida dan Owildan Wisudawan B). Latar belakang: Stunting tidak hanya dipengaruhi oleh asupan gizi yang tidak memadai dan infeksi berulang, tetapi juga oleh faktor lingkungan seperti kualitas air minum yang berpotensi terkontaminasi logam berat, khususnya timbal (Pb), kadmium (Cd), dan kromium (Cr), yang dapat menghambat penyerapan zat gizi serta mengganggu pertumbuhan anak. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan memproyeksikan risiko paparan logam berat Pb, Cd, dan Cr pada air minum terhadap kejadian stunting, serta mengidentifikasi hubungan antara sumber air minum dan stunting pada masyarakat di tiga pulau berpenghuni di Kepulauan Spermonde, yaitu Pulau Sabutung, Pulau Saugi, dan Pulau Tanakeke. Metode: Penelitian menggunakan desain observasional analitik dengan pendekatan Analisis Risiko Kesehatan Lingkungan (ARKL) dan proyeksi eksponensial. Responden terdiri atas 110 ibu yang memiliki balita berusia 0–59 bulan, disertai pengambilan 10 titik sampel air minum. Hasil: Konsentrasi maksimum Pb tercatat sebesar 0,0060 mg/L, Cd 0,0012 mg/L, dan Cr 0,008 mg/L. Nilai RQ real time seluruh responden <1 yang menunjukkan bahwa paparan saat ini masih dalam kategori aman. Namun, proyeksi eksponensial skenario terburuk menunjukkan potensi peningkatan konsentrasi hingga 0,06107 mg/L (Pb), 0,02094 mg/L (Cd), dan 0,13960 mg/L (Cr), yang dapat meningkatkan risiko kesehatan jangka panjang. Analisis Chi-square menunjukkan hubungan signifikan antara sumber air minum dan kejadian stunting (χ² = 21,058; p = 0,000). Kesimpulan: Meskipun paparan logam berat saat ini masih berada pada tingkat aman, hasil proyeksi menunjukkan potensi risiko yang perlu diantisipasi dalam pengelolaan kualitas air minum pada wilayah pesisir.
| Item Type: | Thesis (Thesis) |
|---|---|
| Subjects: | R Medicine > RA Public aspects of medicine |
| Divisions (Program Studi): | Fakultas Kesehatan Masyarakat > Kesehatan Masyarakat |
| Depositing User: | Unnamed user with username Masnah |
| Date Deposited: | 29 Sep 2026 01:12 |
| Last Modified: | 29 Sep 2026 01:12 |
| URI: | http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/58346 |
