WAHYU, NUR AMALIAH (2026) GAMBARAN FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN INFEKSI TERKAIT KATETER VENA SENTRAL PADA PASIEN HEMODIALISIS DI RUMAH SAKIT UNIVERSITAS HASANUDDIN MAKASSAR TAHUN 2023-2024 = OVERVIEW OF FACTORS ASSOCIATED WITH CENTRAL VENOUS CATHETER-RELATED INFECTIONS AMONG HEMODIALYSIS PATIENTS AT HASANUDDIN UNIVERSITY HOSPITAL MAKASSAR 2023–2024. Skripsi thesis, Universitas Hasanunddin.
C011221188-fulll.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (1MB)
Abstract (Abstrak)
ABSTRAK NUR AMALIAH WAHYU. Gambaran Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Kejadian Infeksi Terkait Kateter Vena Sentral Pada Pasien Hemodialisis Di Rumah Sakit Universitas Hasanuddin Makassar Tahun 2023-2024. (dibimbing oleh Achmad Fikry) Latar belakang. Penyakit Ginjal Kronik (PGK) stadium akhir memerlukan terapi pengganti ginjal, salah satunya hemodialisis. Penggunaan Central Venous Catheter (CVC) sebagai akses vaskular pada hemodialisis masih sering digunakan, namun memiliki risiko terjadinya infeksi yang dapat meningkatkan morbiditas, mortalitas, dan biaya perawatan. Identifikasi faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian infeksi terkait CVC penting dilakukan untuk mendukung upaya pencegahan. Tujuan. Mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian infeksi terkait kateter vena sentral pada pasien hemodialisis di Rumah Sakit Universitas Hasanuddin Makassar tahun 2023–2024. Metode. Penelitian ini merupakan studi observasional deskriptif analitik dengan pendekatan cross-sectional. Data diperoleh dari rekam medis pasien hemodialisis yang menggunakan CVC di Rumah Sakit Universitas Hasanuddin periode 2023–2024. Variabel yang diteliti meliputi usia, jenis kelamin, durasi penggunaan CVC, jenis CVC, lokasi pemasangan CVC, riwayat diabetes melitus, dan manifestasi klinis infeksi. Analisis data dilakukan menggunakan uji Fisher‟s Exact dengan tingkat kemaknaan p<0,05. Hasil. Sebanyak 74 pasien memenuhi kriteria penelitian. Mayoritas pasien berusia <60 tahun (92%), berjenis kelamin perempuan (57%), menggunakan CVC non-tunneling (91%), dan pemasangan dilakukan pada vena jugularis interna (54%). Hasil analisis menunjukkan bahwa jenis kelamin (p=0,22), usia (p=0,26), durasi penggunaan CVC (p=0,26), jenis CVC (p=0,37), riwayat diabetes melitus (p=0,06), dan manifestasi klinis (p=0,23) tidak memiliki hubungan yang bermakna dengan kejadian infeksi. Sementara itu, lokasi pemasangan CVC memiliki hubungan yang signifikan dengan kejadian infeksi (p=0,01), dengan angka infeksi lebih tinggi pada pemasangan di vena femoralis dibandingkan vena jugularis interna. Kesimpulan. Lokasi pemasangan CVC merupakan faktor yang berhubungan secara signifikan dengan kejadian infeksi pada pasien hemodialisis. Pemasangan CVC pada vena femoralis memiliki risiko infeksi yang lebih tinggi dibandingkan vena jugularis interna. Faktor lain seperti usia, jenis kelamin, durasi penggunaan CVC, jenis CVC, riwayat diabetes melitus, dan manifestasi klinis tidak menunjukkan hubungan yang bermakna secara statistik. Kata kunci: penyakit ginjal kronik, hemodialisis, kateter vena sentral, infeksi terkait kateter, faktor risiko.
| Item Type: | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Kata kunci: penyakit ginjal kronik, hemodialisis, kateter vena sentral, infeksi terkait kateter, faktor risiko. |
| Subjects: | R Medicine > R Medicine (General) |
| Divisions (Program Studi): | Fakultas Kedokteran > Pendidikan Dokter |
| Depositing User: | - Andi Anna |
| Date Deposited: | 28 Sep 2026 08:06 |
| Last Modified: | 28 Sep 2026 08:06 |
| URI: | http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/58333 |
