IDENTIFIKASI METABOLIT SEKUNDER DARI ISOLAT BAKTERI LAUT SERTA PEMANFAATAN SEBAGAI ANTIBIOTIK SECARA IN VITRO DAN IN SILICO


IHSAN, AHMAD (2025) IDENTIFIKASI METABOLIT SEKUNDER DARI ISOLAT BAKTERI LAUT SERTA PEMANFAATAN SEBAGAI ANTIBIOTIK SECARA IN VITRO DAN IN SILICO. Thesis thesis, Universitas Hasanuddin.

[thumbnail of H012211009-fullll.pdf] Text
H012211009-fullll.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (1MB)

Abstract (Abstrak)

Ahmad Ihsan. Identifikasi Metabolit Sekunder Dari Isolat Bakteri Laut Serta Pemanfaatan Sebagai Antibiotik Secara In Vitro dan In Silico (Hasnah Natsir dan Rugaiyah A.Arfah) Latar belakang penelitian adalah adanya potensi isolat bakteri laut sebagai sumber alternatif antibiotik untuk mengatasi resistensi bakteri yang semakin meningkat terhadap antibiotik konvensional. Antibiotik seperti penicillin, amoxicillin dan ciprofloxacin telah banyak digunakan untuk mengobati berbagai infeksi bakteri, namun efektifitasnya semakin berkurang akibat resistensi bakteri yang meluas. Oleh karena itu penemuan antibiotik dari bakteri laut menjadi alternatif baru sebagai penghambat pertumbuhan bakteri uji yaitu Staphylococcus aureus dan Eschericia coli. Tujuan penelitian untuk mengeksplorasi kemampuan isolat bakteri laut terutama pada ekstrak etil asetat terhadap kedua bakteri uji yang dibandingkan dengan antibiotik komersial. Metode penelitian dimulai dari pemurnian isolat bakteri laut, kemudian dilanjutkan dengan ekstraksi bakteri menggunakan etil asetat. Selanjutnya ekstrak tersebut diuji fitokimia yang memperlihatkan adanya senyawa alkaloid, flavonoid, saponin dan tanin, kemudian dilanjutkan untuk uji inhibisi terhadap pertumbuhan bakteri S.aureus dan E.coli secara in vitro dan in silico. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aktivitas antibakteri dari isolat bakteri laut menghasilkan zona hambat yang signifikan pada hari ketiga dengan zona 3 mm untuk S.aureus dan 2 mm untuk E.coli. Analisis in silico menunjukkan bahwa senyawa asam 9-Oktadekenoat (Z)-, metil ester (CAS) memiliki nilai afinitas ikatan -2,7 kkal/mol untuk E.coli dan -4,8 kkal/mol untuk S.aureus dan memiliki nilai yang sama dengan kloramfenikol. Data ini menunjukkan bahwa senyawa 9-Octadecenoic acid (Z)-, methyl ester (CAS) memiliki potensi sebagai antibakteri. Kesimpulan penelitian yaitu bahwa senyawa yang dihasilkan oleh bakteri laut memiliki potensi sebagai kandidat antibiotik baru untuk mengatasi resistensi bakteri. Temuan ini memberikan solusi inovatif dalam bidang medis dan juga menekankan konservasi keanekaragaman hayati laut sebagai sumber daya yang mendukung pengembangan terapi antibakteri di masa depan.

Item Type: Thesis (Thesis)
Subjects: Q Science > Q Science (General)
Divisions (Program Studi): Fakultas Matematika dan Ilmu Peng. Alam > Kimia
Depositing User: Nasyir Nompo
Date Deposited: 28 Sep 2026 07:05
Last Modified: 28 Sep 2026 07:05
URI: http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/58312

Actions (login required)

View Item
View Item