HUBUNGAN KONSUMSI MINUMAN MANIS DAN ULTRA-PROCESSED FOOD (UPF) DENGAN KEJADIAN 0VERWEIGHT/OBESITAS PADA ANAK SEKOLAH DASAR DI KOTA MAKASSAR


ALIFIYAH, TITA (2026) HUBUNGAN KONSUMSI MINUMAN MANIS DAN ULTRA-PROCESSED FOOD (UPF) DENGAN KEJADIAN 0VERWEIGHT/OBESITAS PADA ANAK SEKOLAH DASAR DI KOTA MAKASSAR. Skripsi thesis, Universitas Hasanuddin.

[thumbnail of K021221045-fulll.pdf] Text
K021221045-fulll.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (2MB)

Abstract (Abstrak)

Latar Belakang. Obesitas pada anak sekolah dasar menjadi masalah serius di Makassar, dengan prevalensi kegemukan 17,67% dan obesitas 9,42% (SKI, 2023), melampaui rata-rata nasional. Konsumsi minuman manis dan Ultra-Processed Food (UPF) diduga sebagai faktor risiko utama kejadian obesitas. Tujuan. Mengetahui hubungan konsumsi minuman manis dan UPF dengan kejadian obesitas pada anak sekolah dasar di Kota Makassar. Metode. Penelitian kuantitatif dengan desain cross-sectional. Populasi adalah siswa kelas 4–6 berusia 9–12 tahun. Sampel berjumlah 304 siswa dari enam sekolah dasar di Kota Makassar yang dipilih melalui random sampling. Data konsumsi dikumpulkan menggunakan Semi-Quantitative Food Frequency Questionnaire (SQ-FFQ), sedangkan status gizi ditentukan berdasarkan indeks IMT/U sesuai standar antropometri. Analisis data menggunakan uji chi-square dengan taraf signifikansi α = 0,05. Hasil. Dari 304 responden, 27,3% mengalami overweight/obesitas dan 72,7% anak tidak mengalami overweight/obesitas. Mayoritas responden memiliki frekuensi konsumsi minuman manis jarang <1x/hari sebesar 66,8% sedangkan yang sering ≥1x/hari sebesar 33,2% responden dengan jumlah konsumsi rendah <350ml/hari sebesar 62,8% dan tinggi ≥350ml/hari sebesar 37,2%. Pada konsumsi Ultra-Processed Food (UPF), sebagian besar termasuk kategori jarang (<4x/hari) sebesar 68,4% sedangkan yang sering ≥4x/hari 31,6%. Responden dengan jumlah konsumsi tinggi (≥288g/hari) sebesar 48,7%, sedangkan konsumsi rendah (<288g/hari) sebesar 51,3%. Tidak terdapat hubungan signifikan antara frekuensi dan jumlah konsumsi minuman manis (p=0,689; p=0,688) serta frekuensi dan jumlah konsumsi UPF (p=0,612; p=0,812) dengan kejadian obesitas (p > 0,05). Kesimpulan. Tidak terdapat hubungan signifikan antara konsumsi minuman manis dan Ultra-Processed Food (UPF) dengan kejadian obesitas pada anak sekolah dasar di Kota Makassar. Hal ini kemungkinan disebabkan oleh sifat multifaktorial obesitas, keterbatasan instrumen kuesioner pada responden anak, serta distribusi data yang tidak merata antar kelompok konsumsi.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Subjects: R Medicine > RA Public aspects of medicine
Divisions (Program Studi): Fakultas Kesehatan Masyarakat > Kesehatan Masyarakat
Depositing User: Unnamed user with username Masnah
Date Deposited: 28 Sep 2026 06:09
Last Modified: 28 Sep 2026 06:09
URI: http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/58293

Actions (login required)

View Item
View Item