MUGHIRA, MIFTAH AINUL (2026) MANAJEMEN KEPERAWATAN PENCEGAHAN PERDARAHAN PADA PASIEN STEMI POST PRIMARY PERCUTANEOUS CORONARY INTERVENTION (PCI) DI RUANG CARDIOVASCULAR CARE UNIT (CVCU) RUMAH SAKIT UMUM PUSAT (RSUP) DR. WAHIDIN SUDIROHUSODO: LAPORAN KASUS = NURSING MANAGEMENT OF BLEEDING PREVENTION IN PATIENTS WITH ST-SEGMENT ELEVATION MYOCARDIAL INFARCTION FOLLOWING PRIMARY PERCUTANEOUS CORONARY INTERVENTION (PCI) IN THE CARDIOVASCULAR CARE UNIT (CVCU) OF DR. WAHIDIN SUDIROHUSODO GENERAL HOSPITAL: A CASE REPORT. Skripsi thesis, Universitas Hasanuddin.
R014242065-fulll.pdf
Restricted to Repository staff only until 22 September 2028.
Download (1MB)
Abstract (Abstrak)
Miftah Ainul Mughira. R014242065. MANAJEMEN KEPERAWATAN PENCEGAHAN PERDARAHAN PADA PASIEN STEMI POST PRIMARY PERCUTANEOUS CORONARY INTERVENTION (PCI) DI RUANG CARDIOVASCULAR CARE UNIT (CVCU) RUMAH SAKIT UMUM PUSAT (RSUP) DR. WAHIDIN SUDIROHUSODO: LAPORAN KASUS, dibimbing oleh Dr. Andina Setyawati, S.Kep., Ns., M.Kep. Latar Belakang : ST-segment Elevation Myocardial Infarction (STEMI) merupakan manifestasi paling berat dari sindrom koroner akut yang memerlukan tindakan reperfusi segera, salah satunya melalui primary Percutaneous Coronary Intervention (PCI). Meskipun PCI terbukti menurunkan mortalitas dan memperbaiki luaran klinis, tindakan ini disertai risiko komplikasi, terutama perdarahan pascatindakan yang berkaitan dengan akses vaskular serta penggunaan terapi antikoagulan dan Dual Antiplatelet Therapy (DAPT). Oleh karena itu, pecegahan perdarahan menjadi aspek penting dalam asuhan keperawatan pasca PCI. Tujuan : Laporan kasus ini bertujuan untuk menggambarkan dan menganalisis manajemen keperawatan dalam pencegahan perdarahan pada pasien STEMI post primary PCI dalam konteks asuhan keperawatan di rumah sakit. Deskripsi Kasus : pasien laki-laki usia 55 tahun dengan diagnosis STEMI anterior yang menjalani primary PCI dengan pemasangan Drug Eluting Stent (DES) dan mendapatkan terapi antikoagulan serta Dual Antiplatelet Therapy. Asuhan keperawatan difokuskan pada pemantauan ketat lokasi akses vaskular, observasi tanda vital dan status koagulasi, deteksi dini tanda perdarahan, serta edukasi pasien. Hasil : Evaluasi selama tiga hari perawatan menunjukkan tidak adanya perdarahan aktif, hematoma, maupun komplikasi vaskular lanjutan, dengan kondisi hemodinamik yaitu tekanan darah, frekuensi nadi, pernapasan, saturasi oksigen dan suhu dalam batas normal serta nilai APTT pada hari I 43.8 detik, hari kedua 46.7 detik dan hari ketiga 44.1 detik. Kesimpulan : Laporan kasus ini menunjukkan bahwa manajemen keperawatan pencegahan perdarahan yang optimal merupakan komponen esensial dalam asuhan keperawatan pasien STEMI post primary PCI untuk meningkatkan keselamatan dan luaran klinis pasien.
| Item Type: | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | STEMI, PCI, Pencegahan Perdarahan |
| Subjects: | R Medicine > R Medicine (General) |
| Divisions (Program Studi): | Fakultas Keperawatan > Profesi Keperawatan |
| Depositing User: | Rasman |
| Date Deposited: | 28 Sep 2026 05:42 |
| Last Modified: | 28 Sep 2026 05:42 |
| URI: | http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/58274 |
