IMPLEMENTASI PENCEGAHAN JATUH PADA PASIEN DENGAN RISIKO JATUH DI RUANG PERAWATAN LONTARA 1 RSUP DR.WAHIDIN SUDIROHUSODO MAKASSAR = IMPLEMENTATION OF FALL PREVENTION IN PATIENTS WITH FALL RISK IN THE LONTARA 1 TREATMENT ROOM, DR. WAHIDIN SUDIROHUSODO GENERAL HOSPITAL MAKASSAR


LADAMU, WAWAN (2026) IMPLEMENTASI PENCEGAHAN JATUH PADA PASIEN DENGAN RISIKO JATUH DI RUANG PERAWATAN LONTARA 1 RSUP DR.WAHIDIN SUDIROHUSODO MAKASSAR = IMPLEMENTATION OF FALL PREVENTION IN PATIENTS WITH FALL RISK IN THE LONTARA 1 TREATMENT ROOM, DR. WAHIDIN SUDIROHUSODO GENERAL HOSPITAL MAKASSAR. Skripsi thesis, universitas hasanuddin.

[thumbnail of R014242020-fulll.pdf] Text
R014242020-fulll.pdf
Restricted to Repository staff only until 22 September 2028.

Download (851kB)

Abstract (Abstrak)

ABSTRAK Wawan Ladamu R014242020. IMPLEMENTASI PENCEGAHAN JATUH PADA PASIEN DENGAN RISIKO JATUH DI RUANG LONTARA 1 RSUP DR.WAHIDIN SUDIROHUSODO MAKASSAR. Pembimbing Indra Gaffar., S.Kep., Ns., M.Kep Latar Belakang: Kejadian jatuh masih merupakan isu keselamatan pasien yang sering terjadi diruang perawatan rumah sakit dan dapat menimbulkan dampak serius terhdap pasien seperti cedera sehingga berpotensi memperpanjang lama perawatan serta menunda kepulangan pasien. Tujuan: Mengetahui gambaran implementasi pencegahan jatuh pada pasien dengan risiko jatuh sedang dan tinggi di ruang perawatan Lontara 1 RSUP DR.Wahidin Sudirohusodo Makassar. Metode: Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan studi kasus terhadap 20 pasien. Penilaian risiko jatuh dilakukan menggunakan instrumen Morse Fall Scale (MFS) secara berkala sesuai tingkat risiko jatuh, intervensi pencegahan jatuh dilaksanakan dengan tindakan pengamanan tempat tidur, pemasangan penanda visual risiko jatuh, pengawasan lingkungan, serta edukasi kepada pasien dan keluarga. Hasil: Penelitian ini menunjukkan bahwa sebagian besar responden berusia dewasa 18-59 tahun (90%), selanjutnya usia remaja 10-17 tahun dan lansia ≥ 60 tahun masing-masing (5%) dengan mayoritas pasien berjenis kelamin perempuan (65%) dan sisanya laki-laki (35%). Pada kategori risiko jatuh, sebagian besar pasien berada pada kategori risiko jatuh sedang (65%), sementara (35%) berada pada kategori risiko jatuh tinggi berdasarkan MFS. Faktor yang berkontribusi terhadap peningkatan risiko jatuh meliputi diagnosa sekunder, kelemahan saat berjalan, penggunaan infus, serta riwayat jatuh sebelumnya. Evaluasi berulang menggunakan MFS menunjukkan adanya penurunan skor risiko jatuh pada beberapa pasien seiring perbaikan kondisi klinis serta kemampuan mobilitas yang membaik. Selama periode observasi, tidak ditemukan kejadian jatuh pada pasien risiko sedang maupun tinggi yang menunjukkan pelaksanaan intervensi pencegahan jatuh cukup baik dilaksanakan. Kesimpulan: Implementasi pencegahan jatuh yang dilakukan secara konsisten seperti pemantauan lingkungan sekitar pasien, pemasangan penanda visual, pemantauan rutin, serta edukasi pasien dan keluarga, terbukti mampu mencegah kejadian jatuh selama perawatan.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Uncontrolled Keywords: Risiko jatuh, Pencegahan jatuh, Keselamatan pasien
Subjects: R Medicine > R Medicine (General)
R Medicine > RT Nursing
Divisions (Program Studi): Fakultas Keperawatan > Profesi Keperawatan
Depositing User: Rasman
Date Deposited: 28 Sep 2026 02:46
Last Modified: 28 Sep 2026 02:46
URI: http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/58260

Actions (login required)

View Item
View Item