ASNIARTI, ASNIARTI (2025) Efektivitas Tanaman Mata Lele Lemna Minor L. Dan Kangkung Air Ipomoea Aquatica Forsk. Dalam Fitoremediasi Amonia Serta Perbaikan Kualitas Air Pada Kolam Budidaya Ikan Mas Cyprinus Carpio L. Thesis thesis, Universitas Hasanuddin.
H052222006-fullllll.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (3MB)
Abstract (Abstrak)
ABSTRAK Asniarti. EFEKTIVITAS TANAMAN MATA LELE Lemna minor L. DAN KANGKUNG AIR Ipomoea aquatica Forsk. DALAM FITOREMEDIASI AMONIA SERTA PERBAIKAN KUALITAS AIR PADA KOLAM BUDIDAYA IKAN MAS Cyprinus carpio L. (dibimbing oleh Fahruddin, Elis Tambaru) Amonia merupakan salah satu senyawa berbahaya yang umum dihasilkan dari kegiatan budidaya ikan, terutama yang bersumber dari limbah organik seperti sisa pakan yang tidak termakan, kotoran ikan, dan plankton mati. Akumulasi amonia di dalam kolam budidaya dapat menyebabkan stres fisiologis pada ikan, menurunkan efisiensi metabolisme, menekan sistem kekebalan tubuh, serta berujung pada peningkatan angka kematian, khususnya pada komoditas ikan mas (Cyprinus carpio L.) Maka, diperlukan solusi penanganan limbah dengan fitoremdiasi tanaman. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas dua jenis tanaman air, yaitu Lemna minor L. dan Ipomoea aquatica Forsk., baik secara individu maupun kombinasi, dalam menurunkan kadar amonia serta memperbaiki kualitas air kolam budidaya ikan mas. Penelitian ini dilakukan menggunakan sampel air dari kolam budidaya ikan mas sebagai media uji dalam sistem fitoremediasi statis, uji degradasi dilakukan secara in situ skala laboratorium dengan sistem batch system, dan diamati secara berkala selama 21 hari. Selain itu, dilakukan pengukuran parameter kualitas air lainnya, seperti nitrat, BOD, COD, TSS, TDS, dan pH. Rancangan penelitian terdapat empat perlakuan: P1 (Ipomoea aquatica Forsk.), P2 (Lemna minor L.), P3 (kombinasi keduanya), dan satu kontrol tanpa tanaman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan P3 yang merupakan kombinasi kedua tanaman, memberikan penurunan amonia tertinggi sebesar 66%, sementara perlakuan P1 memberikan penurunan sebesar 58%. Sedangkan parameter kualitas air lainnya, P1 menunjukkan efektivitas yang tinggi dengan penurunan BOD dan COD sebesar 90% dan dan TSS 71% serta menjaga pH dalam batas baku mutu kelas III sesuai PP No. 22 Tahun 2021. Kemudian dibandingkan dengan mata lele (Lemna minor L.) yang menunjukkan fluktuasi data dan efektivitas lebih rendah, serta kombinasi keduanya yang memberikan hasil yang sedang namun tidak lebih unggul dari perlakuan tunggal Ipomoea aquatica Forsk.
| Item Type: | Thesis (Thesis) |
|---|---|
| Subjects: | Q Science > Q Science (General) |
| Divisions (Program Studi): | Fakultas Matematika dan Ilmu Peng. Alam > Biologi |
| Depositing User: | Nasyir Nompo |
| Date Deposited: | 28 Sep 2026 01:27 |
| Last Modified: | 28 Sep 2026 01:27 |
| URI: | http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/58232 |
