RESKI, SARI (2025) Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Peternak Memelihara Sapi Bali dan Crossbreed di Desa Borong Kecamatan Herlang Kabupaten Bulukumba=Factors Influencing Breeders Raising Balinese and Crossbreed Cattle in Borong Village, Herlang District, Bulukumba Regency. Skripsi thesis, Universitas Hasanuddin.
I011211030-sI2fo9QU38CwKgRq-20250812193825.jpg
Download (53kB)
I011211030-1-2.pdf
Download (521kB)
I011211030-dp.pdf
Download (264kB)
I011211030-fullll.pdf
Restricted to Repository staff only until 14 July 2027.
Download (6MB)
Abstract (Abstrak)
Sapi potong merupakan salah satu komoditas unggulan yang berperan penting dalam mendukung ketahanan pangan dan ekonomi peternak. Desa Borong, Kecamatan Herlang, Kabupaten Bulukumba dikenal sebagai wilayah dengan populasi ternak cukup tinggi, yang didominasi oleh jenis sapi Bali. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh adanya perbedaan preferensi dalam pemilihan jenis ternak antara sapi Bali dan crossbreed, meskipun secara produktivitas, sapi crossbreed memiliki potensi yang lebih unggul. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi serta menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi keputusan peternak dalam menentukan jenis sapi yang dipelihara. Hal ini menunjukkan adanya faktor-faktor yang menjadi pertimbangan dalam pengambilan keputusan oleh peternak. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan eksplanatori. Data diperoleh melalui observasi, wawancara, dan penyebaran kuesioner kepada 60 orang responden, terdiri atas 57 peternak sapi Bali dan 3 peternak sapi Crossbreed. Teknik analisis data yang digunakan adalah regresi logistik biner, dengan variabel independen meliputi Ketersediaan Pakan (X1), Keuntungan Relatif (X2), Kemudahan Pemeliharaan (X3), dan Ketersediaan Bibit atau Bakalan (X4), serta variabel dependen berupa Keputusan Peternak (Y) dalam memilih jenis sapi yang dipelihara. Hasil uji simultan menunjukkan bahwa model regresi logistik signifikan secara statistik (p = 0,019 < α = 0,05), yang berarti seluruh variabel independen secara bersama-sama berpengaruh terhadap keputusan peternak. Selanjutnya, uji parsial menunjukkan bahwa dua variabel berpengaruh signifikan secara individu, yaitu: ketersediaan pakan (p = 0,045) dan ketersediaan bibit/bakalan (p = 0,043). Sementara itu, variabel keuntungan relatif (p = 0,251) dan kemudahan pemeliharaan (p = 0,078) tidak menunjukkan pengaruh signifikan. Koefisien regresi negatif pada ketersediaan pakan dan bibit menunjukkan bahwa semakin tinggi ketersediaan kedua faktor tersebut, semakin besar kecenderungan peternak untuk memelihara sapi Crossbreed. Hal ini menunjukkan bahwa ketersediaan input produksi berperan penting dalam keputusan pemeliharaan ternak. Oleh karena itu, penyediaan pakan yang cukup dan akses terhadap bibit berkualitas perlu menjadi perhatian utama dalam pengembangan peternakan sapi potong di wilayah pedesaan.
| Item Type: | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Keputusan Peternak, Sapi Bali, Sapi Crossbreed, Regresi Logistik, Ketersediaan Pakan, Bibit Ternak. |
| Subjects: | S Agriculture > SF Animal culture |
| Divisions (Program Studi): | Fakultas Peternakan > Peternakan |
| Depositing User: | Unnamed user with username pkl2 |
| Date Deposited: | 26 Sep 2026 05:33 |
| Last Modified: | 26 Sep 2026 05:33 |
| URI: | http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/58170 |
