Pertumbuhan Bibit Kakao (Theobroma cacao L.) pada Berbagai Konsentrasi Pupuk Organik Cair Urine Kelinci dan Jenis Pupuk Kandang = Growth of Cocoa Seeds (Theobroma cacao L.) at Various Concentrations of Liquid Organic Fertilizer in Rabbit Urine and Types of Manure


KHAIRUL NIZAM, MUH. (2026) Pertumbuhan Bibit Kakao (Theobroma cacao L.) pada Berbagai Konsentrasi Pupuk Organik Cair Urine Kelinci dan Jenis Pupuk Kandang = Growth of Cocoa Seeds (Theobroma cacao L.) at Various Concentrations of Liquid Organic Fertilizer in Rabbit Urine and Types of Manure. Skripsi thesis, Universitas Hasanuddin.

[thumbnail of COVER] Image (COVER)
G011221008-BaxA76vIQriMSdbw-20260526145714.jpeg

Download (191kB)
[thumbnail of BAB 1-2] Text (BAB 1-2)
G011221008-1-2.pdf

Download (272kB)
[thumbnail of DAPUS] Text (DAPUS)
G011221008-dp.pdf

Download (168kB)
[thumbnail of FULL TEXT] Text (FULL TEXT)
G011221008-fulllll.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (1MB)

Abstract (Abstrak)

Latar Belakang. Urine kelinci adalah salah satu limbah ternak yang dapat diolah menjadi pupuk organik cair untuk memenuhi kebutuhan hara tanaman karena memiliki kandungan unsur hara yang lebih tinggi dibandingkan urin ternak lain. Pupuk kandang merupakan bahan organik yang digunakan untuk campuran media tanam. Pupuk kandang berasal dari berbagai jenis kotoran hewan ternak, seperti ayam, sapi, dan kambing. Tujuan. Mengetahui dan menganalisis pengaruh berbagai konsentrasi POC urine kelinci dan jenis pupuk kandang dalam meningkatkan pertumbuhan bibit kakao. Metode. Penelitian ini menggunakan Rancangan Petak Terpisah (RPT). Petak utama adalah jenis pupuk kandang yang terdiri dari 3 taraf, yaitu: pupuk kandang ayam, pupuk kandang sapi, dan pupuk kandang kambing. Konsentrasi POC urine kelinci sebagai anak petak yang terdiri dari 4 taraf, yaitu: 0 mL/liter air, 50 mL/liter air, 100 mL/liter air, dan 150 mL/liter air. Hasil. Hasil menunjukkan bahwa pengaplikasian POC urine kelinci dengan konsentrasi 150 mL/liter air memberikan hasil rata-rata tertinggi pada parameter pertumbuhan bibit kakao, yang meliputi: tinggi tanaman (34,72 cm), jumlah daun (15,5 helai), diameter batang (4,25 mm), berat basah tajuk (59,75 g), berat basah akar (22,54 g), berat kering tajuk (18,34 g), dan berat kering akar (4,71 g). Kesimpulan. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan, maka dapat disimpulkan bahwa interaksi antara konsentrasi POC urine kelinci dan jenis pupuk kandang tidak memberikan pengaruh signifikan terhadap pertumbuhan bibit kakao. Konsentrasi POC urine kelinci 150 mL/liter air memberikan hasil terbaik terhadap pertumbuhan bibit kakao yang meliputi: parameter pertambahan tinggi tanaman, jumlah daun, berat basah tajuk, berat basah akar, berat kering tajuk, dan berat kering akar. Jenis pupuk kandang tidak memberikan pengaruh signifikan terhadap pertumbuhan bibit kakao.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Uncontrolled Keywords: kakao; POC urine kelinci; pupuk kandang
Subjects: S Agriculture > S Agriculture (General)
Divisions (Program Studi): Fakultas Pertanian > Agroteknologi
Depositing User: Unnamed user with username pkl2
Date Deposited: 26 Sep 2026 05:12
Last Modified: 26 Sep 2026 05:12
URI: http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/58164

Actions (login required)

View Item
View Item