DAMPAK SOSIAL EKONOMI KEBERADAAN PERUSAHAAN INDUSTRI GULA PADA MASYARAKAT BONTOA KELURAHAN PARANGLOE KOTA MAKASSAR = SOCIO-ECONOMIC IMPACT OF THE EXISTENCE OF SUGAR INDUSTRY COMPANIES ON THE BONTOA COMMUNITY, PARANGLOE SUB-DISTRICT, MAKASSAR CITY


RAMADHAN, SYAHRUL (2026) DAMPAK SOSIAL EKONOMI KEBERADAAN PERUSAHAAN INDUSTRI GULA PADA MASYARAKAT BONTOA KELURAHAN PARANGLOE KOTA MAKASSAR = SOCIO-ECONOMIC IMPACT OF THE EXISTENCE OF SUGAR INDUSTRY COMPANIES ON THE BONTOA COMMUNITY, PARANGLOE SUB-DISTRICT, MAKASSAR CITY. Skripsi thesis, UNIVERSITAS HASANUDDIN MAKASSAR.

[thumbnail of Cover] Image (Cover)
E031221005-m0QNEepWOoudS9Vc-20260409201413.jpg

Download (235kB)
[thumbnail of E031221005-1-2.pdf] Text
E031221005-1-2.pdf

Download (521kB)
[thumbnail of Dapus] Text (Dapus)
E031221005-dp.pdf

Download (198kB)
[thumbnail of Full teks] Text (Full teks)
E031221005-fullll.pdf
Restricted to Repository staff only until 16 September 2028.

Download (4MB)

Abstract (Abstrak)

Kehadiran PT Makassar Tene di Bontoa Kelurahan Parangloe memicu perubahan sosial-ekonomi masyarakat, mulai dari pergeseran mata pencaharian hingga meningkatnya risiko sosial, ekonomi, dan lingkungan. Dalam perspektif Risk Society Ulrich Beck, industrialisasi tidak hanya membawa peluang, tetapi juga risiko modern yang harus dihadapi masyarakat lokal. Penelitian ini bertujuan menganalisis dampak sosial-ekonomi keberadaan industri gula dan mengidentifikasi strategi adaptasi masyarakat Bontoa. Penelitian menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan kuesioner kepada 97 responden, dianalisis melalui distribusi frekuensi dan visualisasi data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa masyarakat mengalami perubahan signifikan. Sebanyak 61,9% setuju dan 22,7% sangat setuju melakukan penyesuaian pola konsumsi, sementara 43,3% setuju dan 34,0% sangat setuju melakukan penghematan. Pada aspek diversifikasi pekerjaan, 63,9% setuju dan 16,5% sangat setuju tidak lagi bergantung pada satu pekerjaan, serta 54,6% setuju dan 22,7% sangat setuju memiliki pekerjaan sampingan. Strategi lain mencakup usaha kecil keluarga (31,96% setuju; 26,80% sangat setuju) dan pelibatan anggota keluarga untuk menambah pendapatan (43,30% setuju; 15,46% sangat setuju). Temuan ini menegaskan bahwa masyarakat Bontoa membentuk pola adaptasi yang kuat dan telah memasuki karakteristik masyarakat risiko dalam menghadapi dampak industrialisasi.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Uncontrolled Keywords: Sosial-ekonomi, adaptasi, masyarakat risiko, industri gula, Bontoa.
Subjects: H Social Sciences > H Social Sciences (General)
Divisions (Program Studi): Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik > Sosiologi
Depositing User: - Andi Anna
Date Deposited: 26 Sep 2026 04:01
Last Modified: 26 Sep 2026 04:01
URI: http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/58124

Actions (login required)

View Item
View Item