Faktor yang Berhubungan dengan Kejadian Burnout Syndrome pada Pasien Diabetes Melitus Tipe 2 di Wilayah Kerja Puskesmas Andalas Tahun 2025


PUGOH, PUGOH (2025) Faktor yang Berhubungan dengan Kejadian Burnout Syndrome pada Pasien Diabetes Melitus Tipe 2 di Wilayah Kerja Puskesmas Andalas Tahun 2025. Skripsi thesis, Universitas Hasanuddin.

[thumbnail of K011211111-FhfaEUMPKbm2Q8Xn-20250912170238.png] Image
K011211111-FhfaEUMPKbm2Q8Xn-20250912170238.png

Download (122kB)
[thumbnail of K011211111-1-2.pdf] Text
K011211111-1-2.pdf

Download (388kB)
[thumbnail of K011211111-dp.pdf] Text
K011211111-dp.pdf

Download (126kB)
[thumbnail of K011211111-fulll.pdf] Text
K011211111-fulll.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (1MB)

Abstract (Abstrak)

LATAR BELAKANG. Diabetes melitus merupakan salah satu jenis penyakit tidak menular yang menempati urutan utama sebagai penyakit yang menjadi perhatian global, diabetes melitus adalah suatu kondisi kronis yang ditandai dengan kadar gula darah yang tinggi, kondisi tersebut terjadi ketika tubuh tidak dapat memproduksi insulin dengan cukup baik. Burnout syndrome merupakan istilah yang dapat digunakan dalam menggambarkan kondisi ataupun keadaan seseorang yang merasa stress dan mengalami kelelahan secara berlebih baik itu dari segi emosional maupun secara fisik. Besaran masalah kejadian burnout syndrome di beberapa penelitian menunjukkan berbagai kategori tetapi lebih didominasi pada kategori sedang, hingga saat ini belum tersedia data secara nasional kejadian burnout syndrome pada penderita diabetes. TUJUAN. Menganalisis faktor yang berhubungan dengan kejadian burnout syndrome pada pasien diabetes melitus tipe 2 di wilayah kerja Puskesmas Andalas Kota Makassar Tahun 2025. METODE. Jenis penelitian ini adalah cross sectional. Populasi dan sampel dalam penelitian ini berjumlah 144 sampel dengan status sebagai penderita diabetes melitus tipe 2 yang melakukan pengobatan di Puskesmas Andalas Kota Makassar. Teknik penarikan sampel yakni menggunakan accidental sampling. Penelitian dilaksanakan pada bulan Mei-Juni 2025 melalui proses wawancara menggunakan kuesioner. Data dianalisis secara univariat dan bivariat dengan uji chi square. HASIL. Penderita diabetes melitus tipe 2 yang memiliki kejadian burnout syndrome kategori tinggi sebanyak 65 orang (45,1%). Kejadian burnout syndrome pada penderita diabetes melitus tipe 2 berhubungan dengan umur (p=0,001), tingkat pengetahuan (p=0,011), kepatuhan minum obat (p=0,007), dan lama menderita (p=0,000). Sedangkan jenis kelamin (p=0,682) dan dukungan keluarga (p=0,061) tidak memiliki hubungan dengan kejadian burnout syndrome pada pasien diabetes melitus tipe 2. KESIMPULAN. Variabel umur, tingkat pengetahuan, kepatuhan minum obat, dan lama menderita, berhubungan dengan kejadian burnout syndrome pada penderita diabetes melitus tipe 2 di Puskesmas Andalas Kota Makassar Tahun 2025. Disarankan bagi penderita diabetes melitus tipe 2 untuk selalu memperhatikan manajemen diabetes melitusnya agar tidak terjadi stres berlebih yang dapat menyebabkan burnout, selain itu pasien juga dianjurkan untuk tetap memperhatikan pola hidup yang sehat seperti mengatur pola makan, mengontrol kadar gula darah, melakukan aktivitas fisik yang baik.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Subjects: R Medicine > RA Public aspects of medicine
Divisions (Program Studi): Fakultas Kesehatan Masyarakat > Kesehatan Masyarakat
Depositing User: Nasyir Nompo
Date Deposited: 26 Sep 2026 03:35
Last Modified: 26 Sep 2026 03:35
URI: http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/58102

Actions (login required)

View Item
View Item