Pola Pergerakan Penduduk dan Distribusi Kejadian Penyakit DBD di Kota Makassar


ANUGRAH A.R, ANDI MUH. REZKY (2025) Pola Pergerakan Penduduk dan Distribusi Kejadian Penyakit DBD di Kota Makassar. Skripsi thesis, Universitas Hasanuddin.

[thumbnail of K011211185-m8opQd7xYBSbhGAv-20251008130736.jpg] Image
K011211185-m8opQd7xYBSbhGAv-20251008130736.jpg

Download (346kB)
[thumbnail of K011211185-1-2.pdf] Text
K011211185-1-2.pdf

Download (284kB)
[thumbnail of K011211185-dp.pdf] Text
K011211185-dp.pdf

Download (187kB)
[thumbnail of K011211185-fulllll.pdf] Text
K011211185-fulllll.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (4MB)

Abstract (Abstrak)

Latar Belakang. Demam Berdarah Dengue (DBD) masih menjadi masalah kesehatan masyarakat utama di Indonesia, khususnya di Kota Makassar yang mengalami peningkatan jumlah kasus cukup tinggi setiap tahunnya. Data Dinas Kesehatan Makassar menunjukkan bahwa kasus DBD mencapai 1.190 kasus pada 2022 dan meningkat menjadi 1.315 kasus pada 2023. Adanya penggunaan lahan didominasi kawasan permukiman sebesar 46,3%, dengan kepadatan tertinggi berada di Kelurahan Karuwisi (18.420 jiwa/km²). Kondisi ini menunjukkan potensi interaksi sosial dan mobilitas masyarakat yang tinggi di wilayah padat, sehingga berisiko terhadap penularan kasus DBD. Tujuan. Untuk menganalisis pola pergerakan penduduk dan distribusi riwayat kejadian penyakit DBD di Kota Makassar. Metode. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif kuantitatif dengan pendekatan spasial-temporal yang dilaksanakan pada 111 responden di sembilan Kelurahan terpilih berdasarkan stratifikasi tingkat endemisitas, pada bulan April - Mei 2025. Analisis data secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-square dan uji Wilcoxon, disertai pemetaan spasial menggunakan perangkat lunak Arc-GIS, QGIS. Hasil. Penelitian menunjukkan bahwa tidak terdapat hubungan signifikan antara motivasi, frekuensi, dan jarak pergerakan penduduk dengan kejadian DBD (p value > 0,05). Namun, hasil pemetaan spasial memperlihatkan adanya konsentrasi kasus lebih tinggi pada kawasan permukiman padat. Kesimpulan. Analisis spasial-temporal menunjukkan bahwa kepadatan permukiman memiliki pengaruh terhadap distribusi kasus DBD dibandingkan dengan pola pergerakan penduduk. Temuan ini menegaskan bahwa mobilitas individu tidak selalu berkorelasi langsung dengan insidensi DBD, namun faktor spasial tetap menjadi determinan utama dalam penyebaran penyakit DBD.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Subjects: R Medicine > RA Public aspects of medicine
Divisions (Program Studi): Fakultas Kesehatan Masyarakat > Kesehatan Lingkungan
Depositing User: Nasyir Nompo
Date Deposited: 26 Sep 2026 03:17
Last Modified: 26 Sep 2026 03:17
URI: http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/58092

Actions (login required)

View Item
View Item