GUNTUR, FITRAH HIDAYAT (2025) Pengaruh Repetitive Transcranial Magnetic Stimulation (rTMS) terhadap Parameter Heart Rate Variability (HRV) pada Pasien Stroke Iskemik=Effects of Repetitive Transcranial Magnetic Stimulation (rTMS) on Heart Rate Variability (HRV) Parameters in Patients with Ischemic Stroke. Thesis thesis, Universitas Hasanuddin.
C155212011-eRHCU5dhS7WrOXjq-20250926105907.jpg
Download (972kB)
C155212011-1-2.pdf
Download (520kB)
C155212011-dp.pdf
Download (223kB)
C155212011-fulll.pdf
Restricted to Repository staff only until 25 September 2027.
Download (1MB)
Abstract (Abstrak)
Latar Belakang: Stroke masih menjadi salah satu penyebab utama morbiditas dan mortalitas di dunia dengan gangguan fungsi otonom sebagai faktor penting yang memperburuk luaran klinis serta memperlambat proses pemulihan. Variabilitas detak jantung (HRV) dikenal sebagai indikator regulasi otonom yang valid, namun upaya terapeutik untuk meningkatkan HRV pada pasien stroke masih terbatas. Repetitive Transcranial Magnetic Stimulation (rTMS) merupakan teknik neuromodulasi non-invasif yang berpotensi meningkatkan eksitabilitas kortikal dan keseimbangan sistem saraf otonom. Tujuan: Penelitian ini bertujuan mengevaluasi pengaruh stimulasi rTMS 5 Hz pada korteks prefrontal dorsolateral (DLPFC) kiri terhadap parameter HRV pada pasien stroke iskemik melalui uji coba acak terkontrol. Metode: Peserta dibagi secara acak ke kelompok rTMS dan kelompok kontrol. Penilaian HRV dilakukan sebelum dan sesudah intervensi menggunakan analisis domain waktu, domain frekuensi, serta indeks sistem saraf otonom (ANS). Hasil: Kelompok rTMS menunjukkan peningkatan signifikan pada parameter domain waktu, yaitu HR (+5,87), SDNN (+14,74), dan RMSSD (+14,19). Peningkatan serupa juga terlihat pada domain frekuensi, dengan VLF (+72,66), LF (+2458,73), dan HF (+3857,93). Perubahan ini signifikan secara statistik (p < 0,05) dibandingkan kelompok kontrol yang cenderung mengalami penurunan atau fluktuasi tidak konsisten (misalnya HR -7,80, SDNN -0,56, RMSSD -5,09). Meski indeks PNS dan SNS tidak berbeda signifikan (p > 0,05), tren modulasi otonom yang lebih baik tampak pada kelompok rTMS. Kesimpulan: Hasil penelitian ini mengindikasikan bahwa rTMS dapat memodulasi HRV secara bermakna, terutama melalui variabilitas interval dan komponen spektral. Temuan ini mendukung potensi rTMS sebagai terapi tambahan dalam rehabilitasi stroke iskemik untuk meningkatkan regulasi otonom, adaptasi kardiovaskular, serta memperbaiki luaran pemulihan.
| Item Type: | Thesis (Thesis) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Stimulasi magnetik transkranial; Korteks prefrontal; Variabilitas detak jantung; Stroke iskemik |
| Subjects: | R Medicine > R Medicine (General) |
| Divisions (Program Studi): | Fakultas Kedokteran > PPDS Ilmu Penyakit Saraf |
| Depositing User: | Unnamed user with username pkl2 |
| Date Deposited: | 25 Sep 2026 07:54 |
| Last Modified: | 25 Sep 2026 07:54 |
| URI: | http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/57963 |
