GOI, MISRAWATIE (2025) PENGEMBANGAN INDIKATOR INSTRUMEN PENILAIAN KOLABORASI LINTAS SEKTOR PENANGANAN STUNTING DI KABUPATEN BOALEMO PROVINSI GORONTALO. Disertasi thesis, Universitas Hasanuddin.
K013211004-GcMDJVvljOxTNwqH-20251008163634.jpg
Download (365kB)
K013211004-1-2.pdf
Download (722kB)
K013211004-dp.pdf
Download (588kB)
K013211004-fulllll.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (1MB)
Abstract (Abstrak)
ABSTRAK MISRAWATIE GOI. Pengembangan Indikator Instrumen Penilaian Kolaborasi Lintas Sektor Penanganan Stunting Di Kabupaten Boalemo Provinsi Gorontalo. (Dibimbing oleh A. Ummu Salmah, Nurhaedar Jafar, Amil Ahmad Ilham) Latar Belakang. Stunting masih menjadi isu kesehatan masyarakat dengan dampak multidimensional, sehingga penanganannya menuntut kolaborasi lintas sektor yang efektif. Namun, koordinasi sering terkendala lemahnya integrasi data, minimnya instrumen evaluasi, serta ketiadaan pedoman operasional yang komprehensif. Tujuan. Penelitian ini bertujuan mengembangkan pedoman dan instrumen penilaian fungsi kolaborasi lintas sektor dalam percepatan penurunan stunting yang valid, reliabel, dan mudah digunakan, serta menilai efektivitas implementasinya melalui aplikasi digital SI-KENCANA (Sistem Kolaborasi Penilaian Cegah Anak Stunting). Metode. Penelitian ini menggunakan desain Research and Development melalui tiga tahap. Tahap pertama berupa kajian literatur terhadap 26 studi relevan di Indonesia. Tahap kedua merupakan penelitian mixed methods, diawali kualitatif (wawancara dengan 4 informan kunci dan FGD dengan TPPS), dilanjutkan kuantitatif (32 responden Tim Percepatan Penurunan Stunting Provinsi Gorontalo) untuk uji validitas dan reliabilitas instrumen. Tahap ketiga melibatkan 1 supervisor, 1 tenaga ahli, serta 60 responden (total sampling TPPS Kabupaten Boalemo) dalam pengembangan produk dan penilaian fungsi koordinasi. Data dianalisis secara deskriptif dan bivariat dengan kerangka Input-Proses-Output (IPO). Hasil. Kajian literatur mengidentifikasi faktor pendukung kolaborasi lintas sektor yaitu kepemimpinan, komitmen bersama, ketersediaan sumber daya, transparansi, akuntabilitas, partisipasi aktif, dan kepercayaan antar pemangku kepentingan. Hambatan utama mencakup lemahnya koordinasi, keterbatasan transparansi keuangan, dialog terbatas, ego sektoral, dan program terfragmentasi. Tahap kedua menghasilkan pedoman serta instrumen penilaian dengan 10 domain dan 95 item. Hasil uji menunjukkan reliabilitas tinggi (Cronbach’s Alpha 0,876) dan validitas memadai. Tahap ketiga menghasilkan aplikasi SI-KENCANA, inovasi pertama di Indonesia untuk menilai fungsi kolaborasi lintas sektor secara terintegrasi. Skor penilaian rerata 3,7 mengindikasikan kolaborasi kuat dan stabil, dengan hubungan signifikan antara input, proses, dan output (p<0,05). Kesimpulan. Kolaborasi lintas sektor di Boalemo berjalan efektif, meskipun perlu penguatan pada integrasi data dan evaluasi berkelanjutan. Aplikasi SI-KENCANA menjadi inovasi strategis untuk monitoring, evaluasi, dan penguatan tata kelola lintas sektor penanganan stunting secara transparan dan berkesinambungan.
| Item Type: | Thesis (Disertasi) |
|---|---|
| Subjects: | R Medicine > RA Public aspects of medicine |
| Divisions (Program Studi): | Fakultas Kesehatan Masyarakat > Kesehatan Masyarakat |
| Depositing User: | Nasyir Nompo |
| Date Deposited: | 25 Sep 2026 07:47 |
| Last Modified: | 25 Sep 2026 07:47 |
| URI: | http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/57958 |
