PENGEMBANGAN STRATEGI PENCEGAHAN RISIKO KONTAMINASI MIKROBA PADA MAKANAN DI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH POLEWALI MANDAR


PATMAWATI, PATMAWATI (2025) PENGEMBANGAN STRATEGI PENCEGAHAN RISIKO KONTAMINASI MIKROBA PADA MAKANAN DI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH POLEWALI MANDAR. Disertasi thesis, Universitas Hasanuddin.

[thumbnail of K013211038-dCDcN40RauIKsiTX-20251008104913.jpg] Image
K013211038-dCDcN40RauIKsiTX-20251008104913.jpg

Download (361kB)
[thumbnail of K013211038-1-2.pdf] Text
K013211038-1-2.pdf

Download (1MB)
[thumbnail of K013211038-dp.pdf] Text
K013211038-dp.pdf

Download (266kB)
[thumbnail of K013211038-fulll.pdf] Text
K013211038-fulll.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (6MB)

Abstract (Abstrak)

Penilaian Risiko Paparan Escherichia coli Pada Makanan Menggunakan Pendekatan QMRA dan ISM di RSUD Polewali Mandar Pendahuluan Risiko paparan bakteri Escherichia coli pada makanan rumah sakit menjadi perhatian penting dalam menjaga keamanan pangan dan mencegah infeksi di lingkungan rumah sakit. Penelitian ini menggunakan pendekatan Quantitative Microbial Risk Assessment (QMRA) dan Interpretative Structural Modeling (ISM) untuk mengevaluasi risiko tersebut. Tujuan Penelitian bertujuan untuk mengevaluasi risiko paparan Escherichia coli pada makanan yang disajikan kepada staf di RSUD Hajjah Andi Depu Kabupaten Polewali Mandar menggunakan metode QMRA, serta menganalisis hubungan faktor risiko kontaminasi dengan pendekatan ISM. Metode Pendekatan QMRA digunakan untuk mengidentifikasi bahaya, menilai tingkat paparan, dan mengkarakterisasi risiko terkait dengan Escherichia coli. Selain itu, ISM digunakan untuk menganalisis hubungan antara berbagai faktor risiko yang berkontribusi terhadap kontaminasi. Sampel makanan diambil dari enam sampel yang diuji, dan data responden diperoleh dari 225 staf rumah sakit secara cross-sectional. Hasil Dari enam sampel makanan, satu sampel dari lokasi Gogos terdeteksi positif mengandung Escherichia coli dengan jumlah koloni 1,2 x 10³ koloni/g yang melebihi batas standar kualitas yang ditetapkan. Probabilitas infeksi harian tertinggi di Gogos sebesar 2,52 x 10⁻¹, dengan probabilitas infeksi tahunan mencapai 1 (100%), menunjukkan risiko tinggi. Analisis ISM mengidentifikasi faktor kunci pencegahan kontaminasi seperti mencuci tangan, penggunaan air bersih, dan pemeriksaan tanggal kedaluwarsa. Kesimpulan Penelitian menekankan pentingnya penerapan praktik kebersihan yang ketat dalam pengelolaan pangan di rumah sakit untuk mengurangi risiko infeksi dan meningkatkan keamanan pangan. Hasil ini diharapkan dapat memberikan wawasan berharga bagi pengambil keputusan dalam merumuskan kebijakan kesehatan masyarakat yang lebih baik di lingkungan rumah sakit.

Item Type: Thesis (Disertasi)
Subjects: R Medicine > R Medicine (General)
Divisions (Program Studi): Fakultas Kesehatan Masyarakat > Kesehatan Masyarakat
Depositing User: Nasyir Nompo
Date Deposited: 25 Sep 2026 07:44
Last Modified: 25 Sep 2026 07:44
URI: http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/57956

Actions (login required)

View Item
View Item