ROCHFIKA, ROCHFIKA (2025) PENILAIAN RISIKO KESEHATAN POLUSI AEROSOL MIKROORGANISME DI INTENSIVE CARE UNIT RSUP. DR. WAHIDIN SUDIROHUSODO MAKASSAR. Disertasi thesis, Universitas Hasanuddin.
K013221044-AjV1zXl5KT830E7I-20251008215434.jpg
Download (378kB)
K013221044-1-2.pdf
Download (1MB)
K013221044-dp.pdf
Download (199kB)
K013221044-fullll.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (8MB)
Abstract (Abstrak)
ABSTRAK ROCHFIKA. Penilaian Risiko Kesehatan Polusi Aerosol Mikroorganisme di Intensive Care Unit Rsup. Dr. Wahidin Sudirohusodo Makassar. (dibimbing oleh Anwar Mallongi, Aminuddin Syam, dan Agus Bintara Birawida). Latar Belakang: Kualitas udara dalam ruangan, khususnya di ruang intensif rumah sakit, sangat penting untuk kesehatan pasien dan staf medis. Bakteri aerosol dapat menjadi salah satu penyebab infeksi nosokomial,Peningkatan kasus infeksi yang didapat di rumah sakit (HAI) menjadi perhatian utama dalam praktik kesehatan. Penilaian Risiko Mikroba Kuantitatif (QMRA) terhadap paparan bakteri aerosol melalui inhalasi merupakan metodologi penting dalam mengevaluasi kesehatan masyarakat, terutama di ruang perawatan intensif di RS. Tujuan : Untuk menganalisis total bioaerosol, mengidentifikasi jenis bioaerosol, menganalisis Parameter Fisik, Risiko QMRA terkait identifikasi bahaya, penilaian paparan, dosis respon, karakterisasi risiko, manajemen risiko, dan komunikasi risiko polusi Bioaerosol . Metode: Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pengukuran kualitatif dan kuantitatif menggunakan alat pemantau mikroba di udara, di mana sampel diambil dari empat titik berbeda yang dilakukan pada sembilan kali pengukuran pada tiga hari berbeda dalam ruang perawatan intensif di RSUP. Dr. Wahidin Sudirohusodo. Melalui metode ini, konsentrasi mikrobial serta jenis bakteri yang terdeteksi dalam bioaerosol dianalisis menggunakan teknik kultur dan identifikasi spesies, kemudian melakukan pengukuran analisis risiko dengan model penilaian risiko QMRA. Hasil: Hasil analisis menunjukkan bahwa semua titik pengukuran tidak memenuhi syarat berdasarkan standar bakteri yang ditetapkan. Hasil uji Pearson Correlations menunjukkan bahwa hanya parameter kelembaban yang memiliki nilai signifikan, dengan p-value = 0,000 < 0,05. Selain itu, nilai r hitung menunjukkan arah pengaruh positif, yang mengindikasikan bahwa peningkatan kelembaban berhubungan dengan peningkatan jumlah bakteri aerosol, Dari hasil analisis, pada titik 1, diperoleh data bahwa 46 responden (95,8%) menunjukkan nilai HQ (Hazard Quotient) lebih besar dari 1, yang mengindikasikan bahwa mereka berisiko terhadap paparan total bakteri di lokasi tersebut. Sebaliknya, 2 responden (4,2%) memiliki nilai HQ di bawah 1, yang menunjukkan bahwa mereka tidak berada dalam risiko. Pada titik 2, titik 3, dan titik 4, hasil perhitungan HQ menunjukkan bahwa 100% responden memiliki nilai HQ lebih besar dari 1, yang menegaskan bahwa semua individu yang terlibat pada titik-titik tersebut berisiko terhadap dampak kesehatan akibat paparan bakteri aerosol.. Kesimpulan: Pencemaran bakteri aerosol pada ruang intensif pada semua titik penelitian menunjukkan bahwa konsentrasi bakteri aerosol di seluruh titik pengukuran tidak memenuhi standar bakteri yang ditetapkan dan memperlihatkan adanya risiko kesehatan yang signifikan di lingkungan perawatan intensif, yang memerlukan perhatian khusus dalam pengendalian infeksi dan manajemen risiko kesehatan
| Item Type: | Thesis (Disertasi) |
|---|---|
| Subjects: | R Medicine > RA Public aspects of medicine |
| Divisions (Program Studi): | Fakultas Kesehatan Masyarakat > Kesehatan Masyarakat |
| Depositing User: | Nasyir Nompo |
| Date Deposited: | 25 Sep 2026 01:40 |
| Last Modified: | 25 Sep 2026 01:40 |
| URI: | http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/57929 |
