TUMONGLO, ARKHIM ELIA (2026) Uji Efek Modulasi Vitamin C Terhadap Aktivitas Antibakteri Ekstrak Teh Hijau (Camellia sinensis L.) Pada Pertumbuhan Methicillin-Resistant Staphylococcus aureus (MRSA) Secara In Vitro=Uji Efek Modulasi Vitamin C Terhadap Aktivitas Antibakteri Ekstrak Teh Hijau (Camellia sinensis L.) Pada Pertumbuhan Methicillin-Resistant Staphylococcus aureus (MRSA) Secara In Vitro. Skripsi thesis, Universitas Hasanuddin.
N011221121-qixGTHbE90cK2lyL-20260420105835.jpeg
Download (95kB)
N011221121-1-2.pdf
Download (228kB)
N011221121-dp.pdf
Download (139kB)
N011221121-fulll.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (2MB)
Abstract (Abstrak)
Latar belakang. Resistensi antimikroba (AMR), khususnya infeksi Methicillin-Resistant Staphylococcus aureus (MRSA), merupakan ancaman kesehatan global yang serius karena kemampuannya melawan hampir semua antibiotik beta-laktam. Untuk mengatasi permasalahan tersebut, dikembangkan salah satu alternatif menggunakan bahan alam, seperti tanaman teh (Camellia sinensis L.) yang diolah menjadi produk teh hijau. Teh hijau memiliki kandungan polifenol, terutama epigallocatechin gallate (EGCG), yang memiliki aktivitas antibakteri yang kuat, namun aplikasi klinisnya terbatas oleh stabilitas dan bioavailabilitas yang rendah. Vitamin C diusulkan sebagai agen modulator karena kemampuannya meningkatkan stabilitas EGCG dengan menekan laju degradasi secara signifikan. Tujuan. Penelitian ini bertujuan untuk menginvestigasi efek modulasi dari kombinasi ekstrak teh hijau dan vitamin C dalam menghambat pertumbuhan Methicillin-Resistant Staphylococcus aureus (MRSA) secara in vitro. Metode. Penelitian ini menggunakan metode checkerboard microdilution assay pada microplate 96-well untuk menentukan Konsentrasi Hambat Minimum (KHM) tunggal dan kombinasi antara ekstrak teh hijau dan vitamin C terhadap bakteri MRSA. Seri konsentrasi ekstrak teh hijau yang diuji mulai dari 50 hingga 800 µg/mL, sedangkan vitamin C mulai dari 50 hingga 400 µg/mL dengan faktor pengenceran 2 kali (1:2). Hasil. Uji checkerboard menunjukkan tidak adanya efek modulasi, namun aktivitas antibakteri tetap teramati melalui penurunan intensitas warna TTC dan pembentukan zona hambat 15,76 ± 0,136 mm pada konsentrasi 800 µg/mL. Kesimpulan. Pada konsentrasi 800 µg/mL, ekstrak teh hijau menghasilkan diameter zona hambat sebesar 15,76 ± 0,136 mm terhadap MRSA.
| Item Type: | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Ekstrak Teh Hijau, Vitamin C, Methicillin-Resistant Staphylococcus aureus (MRSA), Efek Modulasi, In Vitro |
| Subjects: | R Medicine > RS Pharmacy and materia medica |
| Divisions (Program Studi): | Fakultas Farmasi > Farmasi |
| Depositing User: | Unnamed user with username pkl2 |
| Date Deposited: | 25 Sep 2026 01:05 |
| Last Modified: | 25 Sep 2026 01:05 |
| URI: | http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/57912 |
