AHMAD, SITI NURHALIZAH (2025) Profil Leukogram Tikus Wistar (Rattus norvegicus) Imunosupresi yang Diinduksi Dexamethasone dengan Model Luka Eksisi Terhadap Pemberian Gel Madu Topikal=Leukogram Profile of Dexamethasone-Induced Immunosuppressed Wistar Rats (Rattus norvegicus) with Excision Wound Model in Response to Topical Honey Gel Administration. Skripsi thesis, Universitas Hasanuddin.
C031211032-fOJ1MlG0r5s38egQ-20250828142314.jpeg
Download (135kB)
C031211032-1-2.pdf
Download (716kB)
C031211032-dp.pdf
Download (272kB)
C031211032-fulll.pdf
Restricted to Repository staff only until 11 August 2028.
Download (2MB)
Abstract (Abstrak)
Latar belakang. Penyembuhan luka adalah proses biologis yang kompleks dan penting untuk mengembalikan integritas kulit setelah cedera, melibatkan berbagai jenis sel, termasuk leukosit yang berperan dalam respons imun. Penggunaan dexamethasone, sebagai glukokortikoid sintetis, dapat mengganggu proses penyembuhan dengan menekan aktivitas leukosit, yang berpotensi memperlambat regenerasi jaringan. Madu, yang dikenal memiliki sifat antibakteri dan penyembuhan, dapat meningkatkan proses penyembuhan luka dengan merangsang aktivitas leukosit. Tujuan. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui pengaruh pemberian gel madu topikal terhadap profil leukogram tikus Wistar (Rattus norvegicus) yang diinduksi dengan dexamethasone yang mengalami luka eksisi. Metode. Penelitian ini merupakan studi eksperimental laboratoris yang dilakukan pada tikus Wistar (Rattus norvegicus) untuk mengevaluasi profil leukogram dengan model luka eksisi yang diinduksi dexamethasone dan pemberian gel madu topikal. Sebanyak 12 ekor tikus dibagi menjadi 4 kelompok perlakuan, dan pengukuran profil leukogram dilakukan pada hari ke-1, 7, dan 14 setelah pengobatan. Analisis data dilakukan menggunakan uji Repeated Measure ANOVA untuk menentukan pengaruh perlakuan dan waktu terhadap kadar leukosit, serta uji Post-hoc Bonferroni untuk analisis perbedaan antar kelompok. Hasil. Penggunaan gel madu topikal pada tikus Wistar dengan imunosupresi yang diinduksi dexamethasone menunjukkan perbaikan profil leukogram, terutama pada kadar granulosit, monosit, dan limfosit. Konsentrasi madu 10% dan 20% mampu mempertahankan imunitas lokal yang lebih baik dibanding kelompok kontrol positif. Perbaikan ini mendukung proses penyembuhan luka melalui pengendalian fase inflamasi dan stimulasi regenerasi jaringan. Kesimpulan. Pemberian gel madu topikal pada tikus Wistar dengan imunosupresi terbukti memperbaiki profil leukogram dan mendukung proses penyembuhan luka. Konsentrasi 10% dan 20% memberikan respons imun yang lebih baik dibanding kelompok kontrol.
| Item Type: | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | dexamethasone; gel madu topikal; leukogram; luka; tikus wistar |
| Subjects: | R Medicine > R Medicine (General) |
| Divisions (Program Studi): | Fakultas Kedokteran > Pendidikan Dokter Hewan |
| Depositing User: | Unnamed user with username pkl2 |
| Date Deposited: | 25 Sep 2026 01:04 |
| Last Modified: | 25 Sep 2026 01:04 |
| URI: | http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/57910 |
