FIRDAUSIAH, NURUL FAIQAH (2025) GAMBARAN RESILIENSI KELUARGA YANG MEMILIKI PASIEN ODS DI KABUPATEN BANGGAI (Studi Perspektif dari Caregiver Utama)=An Overview of Family Resilience in Families with Schizophrenia Patients (ODS) in Banggai Regency: The Perspective of Primary Caregivers. Skripsi thesis, Universitas Hasanuddin.
C021211107-B2rTCp0WjZUVlPAa-20250922131106.png
Download (382kB)
C021211107-1-2.pdf
Download (211kB)
C021211107-dp.pdf
Download (165kB)
C021211107-fulll.pdf
Restricted to Repository staff only until 26 August 2028.
Download (1MB)
Abstract (Abstrak)
NURUL FAIQAH FIRDAUSIAH, C021211107, Gambaran Resiliensi Keluarga yang Memiliki Pasien ODS di Kabupaten Banggai (Persepktif Caregiver Utama). (dibimbing oleh Grestin Sandy R, S.Psi., M.Psi., Psikolog). Skripsi, Fakultas Kedokteran, Program Studi Psikologi, 2025. xviiii +48 halaman, 3 lampiran Latar Belakang. Gangguan jiwa merupakan kondisi yang tidak hanya berdampak pada individu, tetapi juga keluarga sebagai sistem pendukung utama. Di Kabupaten Banggai, fenomena sosial menunjukkan adanya keluarga yang mengalami tekanan besar ketika merawat pasien skizofrenia (ODS). Dalam situasi tersebut, resiliensi keluarga menjadi penting untuk menjaga stabilitas psikososial dan mendukung pemulihan pasien. Tujuan. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan bentuk resiliensi keluarga yang memiliki pasien ODS di Kabupaten Banggai. Metode. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Partisipan penelitian adalah dua keluarga sebagai caregiver utama yang memiliki pasien ODS dipilih dengan teknik criterion sampling. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dan di analisis tematik Braun & Clarke (2006) dengan kerangka resiliensi keluarga dari Froma Walsh (2012). Hasil. Penelitian menemukan bahwa resiliensi keluarga terbentuk melalui tiga komponen utama, yaitu sistem keyakinan, pola organisasi, dan proses komunikasi. Pada aspek sistem keyakinan, keluarga mampu membangun makna positif, menumbuhkan sikap optimis, dan menjadikan nilai spiritual sebagai sumber kekuatan. Pada pola organisasi, keluarga memperlihatkan fleksibilitas peran, keterhubungan emosional, serta memanfaatkan dukungan sosial dan ekonomi. Pada proses komunikasi, keluarga menjaga kejelasan, keterbukaan dalam mengekspresikan emosi, serta kerja sama dalam menyelesaikan masalah. Meskipun terdapat keterbatasan dalam keterlibatan seluruh anggota pada pengambilan keputusan, komunikasi yang jelas dan dukungan emosional tetap menjadi faktor kunci dalam menjaga stabilitas. Kesimpulan. Resiliensi keluarga merupakan proses dinamis yang terbentuk melalui interaksi antara keyakinan, pola organisasi, dan komunikasi. Sinergi ketiga komponen tersebut memungkinkan keluarga tetap berfungsi secara adaptif di tengah tekanan, sekaligus berperan penting dalam mendukung pemulihan anggota keluarga yang merupakan ODS.
| Item Type: | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | NURUL FAIQAH FIRDAUSIAH, C021211107, Gambaran Resiliensi Keluarga yang Memiliki Pasien ODS di Kabupaten Banggai (Persepktif Caregiver Utama). (dibimbing oleh Grestin Sandy R, S.Psi., M.Psi., Psikolog). Skripsi, Fakultas Kedokteran, Program Studi Psikologi, 2025. xviiii +48 halaman, 3 lampiran Latar Belakang. Gangguan jiwa merupakan kondisi yang tidak hanya berdampak pada individu, tetapi juga keluarga sebagai sistem pendukung utama. Di Kabupaten Banggai, fenomena sosial menunjukkan adanya keluarga yang mengalami tekanan besar ketika merawat pasien skizofrenia (ODS). Dalam situasi tersebut, resiliensi keluarga menjadi penting untuk menjaga stabilitas psikososial dan mendukung pemulihan pasien. Tujuan. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan bentuk resiliensi keluarga yang memiliki pasien ODS di Kabupaten Banggai. Metode. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Partisipan penelitian adalah dua keluarga sebagai caregiver utama yang memiliki pasien ODS dipilih dengan teknik criterion sampling. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dan di analisis tematik Braun & Clarke (2006) dengan kerangka resiliensi keluarga dari Froma Walsh (2012). Hasil. Penelitian menemukan bahwa resiliensi keluarga terbentuk melalui tiga komponen utama, yaitu sistem keyakinan, pola organisasi, dan proses komunikasi. Pada aspek sistem keyakinan, keluarga mampu membangun makna positif, menumbuhkan sikap optimis, dan menjadikan nilai spiritual sebagai sumber kekuatan. Pada pola organisasi, keluarga memperlihatkan fleksibilitas peran, keterhubungan emosional, serta memanfaatkan dukungan sosial dan ekonomi. Pada proses komunikasi, keluarga menjaga kejelasan, keterbukaan dalam mengekspresikan emosi, serta kerja sama dalam menyelesaikan masalah. Meskipun terdapat keterbatasan dalam keterlibatan seluruh anggota pada pengambilan keputusan, komunikasi yang jelas dan dukungan emosional tetap menjadi faktor kunci dalam menjaga stabilitas. Kesimpulan. Resiliensi keluarga merupakan proses dinamis yang terbentuk melalui interaksi antara keyakinan, pola organisasi, dan komunikasi. Sinergi ketiga komponen tersebut memungkinkan keluarga tetap berfungsi secara adaptif di tengah tekanan, sekaligus berperan penting dalam mendukung pemulihan anggota keluarga yang merupakan ODS. Kata Kunci: Resiliensi Keluarga; Skizofrenia; Pasien ODS. Daftar Pustaka, 43 (1996-2024) |
| Subjects: | R Medicine > R Medicine (General) |
| Divisions (Program Studi): | Fakultas Kedokteran > Psikologi |
| Depositing User: | Unnamed user with username pkl2 |
| Date Deposited: | 24 Sep 2026 07:33 |
| Last Modified: | 24 Sep 2026 07:33 |
| URI: | http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/57907 |
