Strategi Perbaikan Waktu Tunggu Pelayanan Obat Rawat Jalan Menggunakan Pendekatan Lean Six Sigma Di RS Hermina Makassar


FIRMANSYAH, ANDI YUMITA SARI (2025) Strategi Perbaikan Waktu Tunggu Pelayanan Obat Rawat Jalan Menggunakan Pendekatan Lean Six Sigma Di RS Hermina Makassar. Thesis thesis, Universitas Hasanuddin.

[thumbnail of K022231019-shpZrt7OYDvcldGE-20250930105245.jpg] Image
K022231019-shpZrt7OYDvcldGE-20250930105245.jpg

Download (306kB)
[thumbnail of K022231019-1-2.pdf] Text
K022231019-1-2.pdf

Download (1MB)
[thumbnail of K022231019-dp.pdf] Text
K022231019-dp.pdf

Download (162kB)
[thumbnail of K022231019-fulll.pdf] Text
K022231019-fulll.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (6MB)

Abstract (Abstrak)

ANDI YUMITA SARI FIRMANSYAH. Identifikasi Pemborosan Menggunakan Lean Six Sigma di Apotek Rawat Jalan Rumah Sakit Hermina, Makassar (dibimbing oleh Fridawaty Rivai, dan Noer Bahry Noor) Latar Belakang. Waktu tunggu yang lama di apotek berpotensi menimbulkan ketidakpuasan, dan berkurangnya kepercayaan terhadap pelayanan kesehatan. Oleh karena itu, optimalisasi waktu tunggu menjadi aspek krusial dalam menciptakan layanan farmasi yang efektif. Waktu tunggu obat racikan dan non racikan pasien rawat jalan di RS Hermina Makassar yaitu 96 menit. Angka ini tidak sesuai dengan standar Keputusan Menteri Kesehatan RI Nomor 129 tahun 2008 ≤30 menit untuk obat non-racikan dan ≤60 menit untuk obat racikan. Tujuan. Untuk menganalisis penerapan Lean Six Sigma dalam mengurangi pemborosan waktu tunggu pelayanan resep obat di Instalasi Farmasi Rawat Jalan RS Hermina Makassar. Metode. Metode mixed method digunakan dengan pengumpulan data kuantitatif melalui observasi waktu pelayanan (dianalisis secara deskriptif menggunakan Excel) dan data kualitatif melalui wawancara mendalam yang dianalisis menggunakan alat lean six sigma yaitu fishbone diagram, dan A3 problem solving. Hasil. Bottleneck terdapat pada tahap penyiapan dan pengemasan obat. Dan kategori waste yang paling sering terjadi adalah tipe waiting. Ketimpangan antara kebutuhan dan ketersediaan petugas farmasi menjadi akar masalah inefisiensi pelayanan farmasi. Kesimpulan. Rekrutmen, redistribusi, dan optimalisasi petugas farmaasi diperlukan untuk mencapai standar pelayanan optimal sesuai regulasi dan kebutuhan pasien.

Item Type: Thesis (Thesis)
Subjects: R Medicine > RA Public aspects of medicine
Divisions (Program Studi): Fakultas Kesehatan Masyarakat > Administrasi Rumah Sakit
Depositing User: Nasyir Nompo
Date Deposited: 24 Sep 2026 06:09
Last Modified: 24 Sep 2026 06:09
URI: http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/57872

Actions (login required)

View Item
View Item