FADHILAH, ANNISA NAZHIFAH (2025) Pengaruh Kebiasaan Makanan Cepat Saji dengan Gejala Tonsilofaringitis pada Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Hasanuddin Angkatan 2022= The Influence of Fast Food Consumption Habits on Symptoms of Tonsillopharyngitis among Medical Students of Hasanuddin University Class of 2022. Skripsi thesis, Universitas Hasanuddin.
C011211201-AUbC89V2RqaGkwTE-20250912123029.png
Download (233kB)
C011211201-1-2.pdf
Download (2MB)
C011211201-dp.pdf
Download (273kB)
C011211201-fulll.pdf
Restricted to Repository staff only until 2 July 2028.
Download (13MB)
Abstract (Abstrak)
Latar Belakang : Tonsilofaringitis merupakan peradangan pada faring dan tonsil palatina yang dapat dipicu oleh infeksi serta faktor predisposisi lain, termasuk pola konsumsi makanan yang tidak sehat. Makanan cepat saji yang mengandung zat aditif seperti MSG, tinggi lemak, dan rendah serat berpotensi meningkatkan risiko inflamasi tonsil. Mahasiswa, khususnya mahasiswa kedokteran, rentan terhadap konsumsi makanan cepat saji karena gaya hidup dan tekanan akademik. Tujuan : Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kebiasaan konsumsi makanan cepat saji terhadap progresivitas gejala tonsilofaringitis pada mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Hasanuddin angkatan 2022. Metode : Penelitian ini merupakan studi observasional analitik dengan pendekatan Cross-sectional. Pengambilan sampel dilakukan secara purposive sampling terhadap mahasiswa preklinik Fakultas Kedokteran Universitas Hasanuddin angkatan 2022 melalui kuesioner. Data dianalisis menggunakan uji Chi-Square. Hasil : Dari 67 responden, mayoritas memiliki gejala tonsilofaringitis ringan (59,70%). Sebagian besar responden jarang mengonsumsi makanan cepat saji (47,77%), namun banyak yang sering mengonsumsi makanan berminyak (71,64%) dan makanan mengandung MSG (53,73%). Analisis bivariat menunjukkan bahwa kebiasaan konsumsi makanan cepat saji tidak memiliki pengaruh yang signifikan terhadap progresivitas gejala tonsilofaringitis (p=0,252). Selain itu, konsumsi makanan yang mengandung MSG (p=0,393), makanan berminyak (p=0,184), dan makanan pedas (p=0,800) juga tidak menunjukkan hubungan yang signifikan terhadap gejala tonsilofaringitis. Kesimpulan : Tdak terdapat pengaruh yang signifikan antara kebiasaan konsumsi makanan cepat saji, makanan mengandung MSG, makanan berminyak, maupun makanan pedas terhadap gejala tonsilofaringitis pada mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Hasanuddin angkatan 2022.
| Item Type: | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Makanan cepat saji, tonsilofaringitis, mahasiswa kedokteran |
| Subjects: | R Medicine > R Medicine (General) |
| Divisions (Program Studi): | Fakultas Kedokteran > Pendidikan Dokter |
| Depositing User: | Unnamed user with username pkl2 |
| Date Deposited: | 24 Sep 2026 06:05 |
| Last Modified: | 24 Sep 2026 06:05 |
| URI: | http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/57869 |
