NABIL, MUHAMMMAD (2025) Pola Pemberian Antibiotik Pada Pasien Anak Rawat Jalan Dengan Infeksi Saluran Pernapasan Akut di RSP Universitas Hasanuddin Periode 1 Januari 2023 - 31 Desember 2024=Pattern of Antibiotic Administration in Outpatient Pediatric Patients with Acute Respiratory Infections at Unhas Hospital for the period of January 1, 2023 - December 31, 2024. Skripsi thesis, Universitas Hasanuddin.
C011201248-eZJgE6QplmO5o7hs-20250921215754.jpg
Download (290kB)
C011201248-1-2.pdf
Download (766kB)
C011201248-dp.pdf
Download (532kB)
C011201248-fulll.pdf
Restricted to Repository staff only until 19 September 2028.
Download (2MB)
Abstract (Abstrak)
Latar belakang : Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) merupakan salah satu penyebab utama kematian akibat penyakit menular pada anak-anak di seluruh dunia. Berdasarkan data dari World Health Organization (WHO) tahun 2021, pneumonia—salah satu bentuk ISPA—merupakan penyakit menular yang paling banyak menyebabkan kematian pada balita dibandingkan penyakit menular lainnya. Di negara-negara berkembang, termasuk Indonesia, ISPA juga menempati peringkat sebagai salah satu dari sepuluh besar penyakit terbanyak pada bayi dan anak-anak.Meskipun sebagian besar kasus ISPA disebabkan oleh infeksi virus, penggunaan antibiotik dalam pengobatan ISPA masih sering dijumpai. Sayangnya, penggunaan antibiotik yang tidak tepat dapat menimbulkan masalah serius berupa resistensi antibiotik. Berdasarkan data dari Rumah Sakit Pendidikan Universitas Hasanuddin (RSP Unhas), tercatat adanya peningkatan jumlah pemberian antibiotik pada pasien anak rawat jalan yang menderita ISPA, yaitu sebanyak 42 resep pada tahun 2023 dan meningkat menjadi 93 resep pada tahun 2024. Oleh karena itu, peneliti tertarik untuk melakukan penelitian tentang ” Pola pemberian antibiotik pada Pasien Anak Rawat Jalan dengan Infeksi Saluran Pernapasan Akut di RSP Universitas Hasanuddin periode 1 januari 2023 - 31 Desember 2024. Metode : Penelitian ini menggunakan desain deskriptif retrospektif dengan data yang diambil dari rekam medis pasien anak usia 1–18 tahun yang mendapatkan terapi antibiotik untuk ISPA di unit rawat jalan RSP Unhas. Jumlah sampel yang memenuhi kriteria inklusi sebanyak 135 pasien. Data dianalisis secara deskriptif berdasarkan distribusi umur, jenis ISPA, jenis antibiotik, dan durasi pemakaian antibiotik. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas pasien berada pada kelompok umur balita (43,9%), dengan diagnosis tersering adalah faringitis akut (54,7%). Jenis antibiotik yang paling banyak diresepkan adalah cefixime (90,5%) dan sebagian besar diberikan selama 3–4 hari (52,59%). Kesimpulan : Sebagian besar pasien anak dengan ISPA di RSP Universitas Hasanuddin menerima terapi antibiotik. Cefixime menjadi antibiotik yang paling banyak digunakan, dengan durasi pemberian terbanyak dalam rentang 3-4 hari. Temuan ini menunjukkan pentingnya evaluasi berkelanjutan terhadap pola pemberian antibiotik untuk mendukung upaya pencegahan resistensi.
| Item Type: | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | ISPA, anak, antibiotik, rawat jalan, cefixime |
| Subjects: | R Medicine > R Medicine (General) |
| Divisions (Program Studi): | Fakultas Kedokteran > Ilmu Kedokteran |
| Depositing User: | Unnamed user with username pkl2 |
| Date Deposited: | 24 Sep 2026 06:01 |
| Last Modified: | 24 Sep 2026 06:01 |
| URI: | http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/57867 |
