HABIB, MUH. SYAFAAT (2026) EFEKTIVITAS SISTOLIK SYOK INDEKS DAN DIASTOLIK SYOK INDEKS DALAM MEMPREDIKSI MORBIDITAS DAN MORTALITAS PASIEN SYOK SEPSIS DI UNIT PERAWATAN INTENSIF RUMAH SAKIT WAHIDIN SUDIROHUSODO = Effectiveness of The Systolic and Diastolic Shock Indices in Predicting Morbidity and Mortality in Septic Shock Patients in The Intensive Care Unit of Wahidin Sudirohusodo Hospital. Thesis thesis, UNIVERSITAS HASANUDDIN MAKASSAR.
C135211008-5ENY2zIPyhkadXue-20260521162429.jpg
Download (401kB)
C135211008-1-2.pdf
Download (660kB)
C135211008-dp.pdf
Download (127kB)
C135211008-fulll.pdf
Restricted to Repository staff only until 9 August 2028.
Download (993kB)
Abstract (Abstrak)
ABSTRAK Latar Belakang: Syok septik masih menjadi salah satu penyebab utama mortalitas di ICU. Penelitian ini mengevaluasi efektivitas systolic shock index (SSI) dan diastolic shock index (DSI) dalam memprediksi morbiditas dan mortalitas pada pasien syok septik. Metode: Penelitian kohort observasional prospektif ini dilakukan di ICU RSUP Dr. Wahidin Sudirohusodo, Makassar, Indonesia, sejak Juni 2025. Pasien dewasa (≥18 tahun) dengan syok septik berdasarkan kriteria Sepsis-3 diikutsertakan dalam penelitian. SSI (denyut jantung/tekanan darah sistolik) dan DSI (denyut jantung/tekanan darah diastolik) dihitung saat admisi. Morbiditas dinilai menggunakan skor APACHE II dan SOFA. Luaran utama adalah mortalitas, sedangkan luaran sekunder adalah lama rawat ICU (ICU length of stay / LOS). Analisis kurva ROC dan analisis kesintasan Kaplan-Meier dilakukan. Hasil: Sebanyak 51 pasien diikutsertakan (rerata usia 53,21±15,88 tahun; 58,8% laki-laki). Mortalitas keseluruhan sebesar 52,9% dengan rerata lama rawat ICU 14,88±12,19 hari. Nilai rerata SSI dan DSI masing-masing adalah 0,98±0,18 dan 1,62±0,32. SSI dan DSI menunjukkan korelasi positif bermakna dengan skor APACHE II (r=0,337, P=0,016 dan r=0,360, P=0,009) serta skor SOFA (r=0,322, P=0,021 dan r=0,358, P=0,010). Nilai SSI secara bermakna lebih tinggi pada pasien meninggal dibandingkan pasien yang bertahan hidup (1,035±0,165 vs. 0,928±0,189, P=0,037). Analisis ROC menunjukkan SSI (AUC 0,644, cut-off >0,843, sensitivitas 85,19%, spesifisitas 41,67%) dan DSI (AUC 0,659, cut-off >1,574, sensitivitas 81,48%, spesifisitas 66,67%) memiliki kemampuan prediktif sedang namun tidak mencapai signifikansi statistik. APACHE II (AUC 0,876) dan SOFA (AUC 0,904) menunjukkan performa yang lebih superior (P<0,001). DSI berkorelasi signifikan dengan lama rawat ICU (r=0,350, P=0,012). Kesimpulan: SSI dan DSI menunjukkan korelasi lemah terhadap morbiditas serta kemampuan prediktif sedang terhadap mortalitas pada pasien syok septik, namun memiliki performa yang lebih rendah dibandingkan skor APACHE II dan SOFA. Indeks ini dapat digunakan sebagai alat bantu tambahan, tetapi tidak dapat menggantikan sistem penilaian yang telah mapan.
| Item Type: | Thesis (Thesis) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Kata kunci: Syok septik; Systolic shock index; Diastolic shock index; Mortalitas; APACHE II; Skor SOFA |
| Subjects: | R Medicine > R Medicine (General) |
| Divisions (Program Studi): | Fakultas Kedokteran > PPDS Anestesiologi |
| Depositing User: | - Andi Anna |
| Date Deposited: | 24 Sep 2026 05:47 |
| Last Modified: | 24 Sep 2026 05:47 |
| URI: | http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/57860 |
