HAMZAKIR PUTRA, MUH HARDIANZYAH (2025) Pengaruh Karakteristik Pasien Nefrolitiasis Terhadap Rekomendasi Terapi Batu Ginjal di Kota Makassar Tahun 2023-2024: Extracorporeal Shockwave Lithotripsy (ESWL) atau Percutaneous Nephrolithotomy (PCNL)=The Correlation of Nephrolithiasis Patient’s Characteristics Towards Therapy Recommendations of Renal Calculi in Makassar City during 2023-2024: Extracorporeal Shockwave Lithotripsy (ESWL) or Percutaneous Nephrolithotomy (PCNL). Skripsi thesis, Universitas Hasanuddin.
C011201150-S93ypOJVK28slWYL-20250916203612.jpg
Download (743kB)
C011201150-1-2.pdf
Download (776kB)
C011201150-dp.pdf
Download (386kB)
C011201150-fulll.pdf
Restricted to Repository staff only until 21 August 2028.
Download (2MB)
Abstract (Abstrak)
Latar Belakang: Nefrolitiasis merupakan kondisi urologi yang umum dengan berbagai pilihan penatalaksanaan, termasuk Extracorporeal Shock Wave Lithotripsy (ESWL) dan Percutaneous Nephrolithotomy (PCNL). Pemilihan terapi yang tepat sering kali bergantung pada karakteristik pasien, karakteristik batu, dan komorbiditas. Namun, data mengenai faktor-faktor yang memengaruhi pemilihan terapi di Indonesia, khususnya Makassar, masih terbatas. Tujuan: Menganalisis hubungan antara karakteristik pasien, karakteristik batu, dan komorbiditas dengan modalitas terapi yang dipilih (ESWL atau PCNL) pada kasus nefrolitiasis yang ditangani di Rumah Sakit Universitas Hasanuddin selama tahun 2023–2024. Metode: Penelitian kohort retrospektif ini menggunakan rekam medis 100 pasien nefrolitiasis yang menjalani ESWL (n=78) atau PCNL (n=22). Variabel yang dianalisis meliputi usia, jenis kelamin, BMI, ukuran batu, lokasi batu, jumlah batu, batu infeksius, diabetes, hipertensi, gout, dan riwayat operasi ginjal sebelumnya. Analisis statistik meliputi deskriptif, uji Chi-square/Fisher’s Exact untuk variabel kategorik, uji t independen untuk variabel kontinu, dan regresi logistik biner untuk menentukan prediktor independen pemilihan terapi. Hasil: Prediktor signifikan pemilihan terapi adalah ukuran batu (p<0,001) dan jumlah batu (p<0,001). Setiap peningkatan 1 mm ukuran batu meningkatkan kemungkinan dilakukan PCNL sebesar 13% (OR=1,132; 95% CI: 1,021–1,255; p=0,019), sementara pasien dengan batu multipel memiliki peluang 9,4 kali lebih besar untuk menjalani PCNL (OR=9,384; 95% CI: 1,665–52,888; p=0,011). Batu infeksius seluruhnya ditangani dengan PCNL, sesuai praktik klinis standar. Usia, jenis kelamin, BMI, komorbiditas, dan riwayat operasi ginjal sebelumnya tidak menjadi prediktor signifikan (p>0,05). Kesimpulan: Faktor yang berkaitan langsung dengan batu, khususnya ukuran, jumlah, dan status infeksi, merupakan penentu utama dalam pemilihan PCNL dibandingkan ESWL, sedangkan faktor demografi pasien dan komorbiditas berperan minimal dalam pengambilan keputusan terapi.
| Item Type: | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | nefrolitiasis, ESWL, PCNL, karakteristik batu, pilihan terapi. |
| Subjects: | R Medicine > R Medicine (General) |
| Divisions (Program Studi): | Fakultas Kedokteran > Pendidikan Dokter |
| Depositing User: | Unnamed user with username pkl2 |
| Date Deposited: | 24 Sep 2026 05:37 |
| Last Modified: | 24 Sep 2026 05:37 |
| URI: | http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/57856 |
