OPTIMASI ISOLASI DNA KAYU MANIS (Cinnamomum sp.) DAN SELEKSI MARKA RAPD UNTUK ANALISIS GENETIK=OPTIMIZATION OF DNA ISOLATION OF CINNAMON (Cinnamomum sp.) AND SELECTION OF RAPD MARKERS FOR GENETIC ANALYSIS


HASNIAR, HASNIAR (2026) OPTIMASI ISOLASI DNA KAYU MANIS (Cinnamomum sp.) DAN SELEKSI MARKA RAPD UNTUK ANALISIS GENETIK=OPTIMIZATION OF DNA ISOLATION OF CINNAMON (Cinnamomum sp.) AND SELECTION OF RAPD MARKERS FOR GENETIC ANALYSIS. Skripsi thesis, Universitas Hasanuddin.

[thumbnail of COVER] Image (COVER)
M021221027-KFx9vobcd2IgTrtC-20260422094727.jpg

Download (157kB)
[thumbnail of BAB 1-2] Text (BAB 1-2)
M021221027-1-2.pdf

Download (180kB)
[thumbnail of DAPUS] Text (DAPUS)
M021221027-dp.pdf

Download (94kB)
[thumbnail of FULL TEKS] Text (FULL TEKS)
M021221027-Fulll.pdf
Restricted to Repository staff only until 31 March 2028.

Download (2MB)

Abstract (Abstrak)

HASNIAR. OPTIMASI ISOLASI DNA KAYU MANIS (CINNAMOMUM SP.) DAN SELEKSI MARKA RAPD UNTUK ANALISIS GENETIK dibimbing oleh siti halimah larekeng. Latar belakang. Isolasi DNA pada tanaman kayu manis (Cinnamomum sp.) sering menghadapi kendala akibat tingginya kandungan metabolit sekunder yang dapat menghambat proses ekstraksi, sehingga diperlukan metode yang optimal untuk memperoleh DNA berkualitas tinggi. Tujuan untuk mengoptimalkan metode isolasi DNA serta menyeleksi marka RAPD yang efektif untuk mendukung analisis genetik. Metode. Penelitian menggunakan metode CTAB yang dimodifikasi dengan variasi teknik penggerusan (penggerusan biasa, dengan buffer CTAB, dan dengan silika pasir) serta variasi waktu inkubasi 60, 120, dan 180 menit. Analisis dilakukan melalui pengukuran konsentrasi DNA menggunakan Qubit 3.0 Fluorometer, uji kualitas dengan elektroforesis gel agarosa, serta amplifikasi PCR menggunakan primer RAPD. Hasil. Metode isolasi dan lama inkubasi berpengaruh terhadap kualitas dan kuantitas DNA. Metode buffer CTAB dengan inkubasi 60 menit memberikan hasil terbaik pada sampel pertama, sedangkan penggerusan biasa dengan inkubasi 120 menit lebih optimal pada sampel kedua. Penggunaan silika pasir menghasilkan konsentrasi DNA lebih rendah, dan kualitas terbaik diperoleh pada inkubasi 60–120 menit. DNA berhasil diamplifikasi dengan baik, dengan primer M29 dan OPZ05 menunjukkan kinerja terbaik bahkan pada konsentrasi rendah. Kesimpulan. Optimasi metode isolasi DNA berhasil melalui kombinasi teknik penggerusan dan waktu inkubasi yang tepat, di mana metode buffer CTAB (60 menit) dan penggerusan biasa (120 menit) paling optimal. Pemilihan primer RAPD, khususnya M29 dan OPZ 05, meningkatkan keberhasilan analisis genetik.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Uncontrolled Keywords: Kata kunci: Kayu Manis; isolasi DNA; metode CTAB; optimasi; waktu inkubasi.
Subjects: S Agriculture > SD Forestry
Divisions (Program Studi): Fakultas Kehutanan > Rekayasa Kehutanan
Depositing User: Unnamed user with username pkl2
Date Deposited: 24 Sep 2026 05:33
Last Modified: 24 Sep 2026 05:33
URI: http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/57852

Actions (login required)

View Item
View Item