Analisis Kerawanan Banjir Menggunakan Metode Composite Mapping Analysis (CMA) di Daerah Aliran Sungai Tallo=Flood Vulnerability Analysis Using the Composite Mapping Analysis (CMA) Method in the Tallo River Basin


ANSAR, KURNIA NINGSIH (2026) Analisis Kerawanan Banjir Menggunakan Metode Composite Mapping Analysis (CMA) di Daerah Aliran Sungai Tallo=Flood Vulnerability Analysis Using the Composite Mapping Analysis (CMA) Method in the Tallo River Basin. Skripsi thesis, Universitas Hasanuddin.

[thumbnail of COVER] Image (COVER)
M011221076-3yNhHsExInp2Oc4L-20260423153433.jpg

Download (216kB)
[thumbnail of BAB 1-2] Text (BAB 1-2)
M011221076-1-2.pdf

Download (612kB)
[thumbnail of DAPUS] Text (DAPUS)
M011221076-dp.pdf

Download (205kB)
[thumbnail of FULL TEKS] Text (FULL TEKS)
M011221076-fulll.pdf
Restricted to Repository staff only until 23 April 2028.

Download (6MB)

Abstract (Abstrak)

Latar Belakang. Daerah Aliran Sungai (DAS) Tallo merupakan wilayah yang secara periodik mengalami bencana banjir akibat interaksi antara faktor alam dan aktivitas manusia. Kejadian banjir tidak hanya disebabkan oleh curah hujan yang tinggi tetapi juga dipengaruhi oleh kondisi topografi yang relatif rendah, perubahah tutupan lahan, tingginya kepadatan penduduk, serta kedekatan terhadap aliran sungai menyebabkan meningkatnya potensi genangan di wilayah tersebut. Oleh karena itu, diperlukan analisis kerawanan banjir untuk mendukung upaya mitigasi bencana. Tujuan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat kerawanan banjir menggunakan metode Composite Mapping Analysis (CMA) serta melakukan uji validasi terhadap model yang dihasilkan di DAS Tallo. Metode. Penelitian ini menggunakan pendekatan Sistem Informasi Geografis (SIG) dengan delapan parameter, yaitu curah hujan, kemiringan lereng, ketinggian, jarak dari sungai, jenis tanah, tutupan lahan, jarak dari permukiman, dan kepadatan penduduk. Metode CMA digunakan untuk menentukan bobot dan skor parameter melalui rasio observasi terhadap ekspektasi (O/E), kemudian dilakukan analisis weighted overlay untuk menghasilkan peta kerawanan banjir. Validasi model dilakukan menggunakan metode Receiver Operating Characteristic (ROC) dengan nilai Area Under Curve (AUC), serta validasi berbasis persepsi stakeholder melalui Skala Likert. Hasil. Hasil penelitian menunjukkan bahwa DAS Tallo didominasi oleh kelas kerawanan sangat tinggi seluas 10,912,10 ha (24,60%), diikuti kelas sedang seluas 9.850,99 ha (22,21%), kelas tinggi seluas 8.516,73 ha (19,19%), kelas sangat rendah seluas 8.493,25 ha (19,14%), serta kelas rendah seluas 6.597,42 ha (14,87%). Secara akumulatif, tingkat kerawanan tinggi hingga sangat tinggi mencapai 43,79% dari total luas wilayah. Hasil uji validasi menunjukkan nilai AUC sebesar 0,88 yang termasuk kategori sangat baik. Selain itu, validasi stakeholder menunjukkan nilai 3,51 pada kategori tinggi yang mengindikasikan kesesuaian antara hasil pemodelan dengan kondisi lapangan. Kesimpulan. Metode Composite Mapping Analysis (CMA) terbukti efektif dalam memetakan kerawanan banjir di DAS Tallo dengan tingkat akurasi yang tinggi, sehingga dapat digunakan sebagai dasar dalam perencanaan tata ruang dan mitigasi bencana berbasis spasial.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Uncontrolled Keywords: Banjir, DAS Tallo, Composite Mapping Analysis (CMA), SIG, Validasi Model.
Subjects: S Agriculture > SD Forestry
Divisions (Program Studi): Fakultas Kehutanan > Kehutanan
Depositing User: Unnamed user with username pkl2
Date Deposited: 24 Sep 2026 03:55
Last Modified: 24 Sep 2026 03:55
URI: http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/57848

Actions (login required)

View Item
View Item