PENGARUH BIOFERTILIZER DAN PUPUK KANDANG BEBEK TERHADAP PERTUMBUHAN SENGON BUTO (Enterolobium cyclocarpum) PADA TANAH BEKAS GALIAN TAMBANG=APRILIA DEA. The Effect of Biofertilizer and Duck Manure on the Growth of Sengon Buto (Enterolobium cyclocarpum) in Post-Mining Soil


DEA, APRILIA (2026) PENGARUH BIOFERTILIZER DAN PUPUK KANDANG BEBEK TERHADAP PERTUMBUHAN SENGON BUTO (Enterolobium cyclocarpum) PADA TANAH BEKAS GALIAN TAMBANG=APRILIA DEA. The Effect of Biofertilizer and Duck Manure on the Growth of Sengon Buto (Enterolobium cyclocarpum) in Post-Mining Soil. Skripsi thesis, Universitas Hasanuddin.

[thumbnail of COVER] Image (COVER)
M011211017-6d9TrzwIjiNaUm1g-20260421204233.png

Download (62kB)
[thumbnail of BAB 1-2] Text (BAB 1-2)
M011211017-1-2.pdf

Download (448kB)
[thumbnail of DAPUS] Text (DAPUS)
M011211017-dp.pdf

Download (181kB)
[thumbnail of FULL TEKS] Text (FULL TEKS)
M011211017-fulllll.pdf
Restricted to Repository staff only until 13 April 2028.

Download (3MB)

Abstract (Abstrak)

APRILIA DEA. Pengaruh Biofertilizer Dan Pupuk Kandang Bebek Terhadap Pertumbuhan Sengon Buto (Enterolobium cyclocarpum) Pada Tanah Bekas Galian Tambang (dibimbing oleh Ahmad Rifqi Makkasau) Latar belakang. Sengon buto (Enterolobium cyclocarpum) merupakan tanaman cepat tumbuh yang berpotensi tinggi untuk kegiatan rehabilitasi dan revegetasi lahan terdegradasi. Namun, keterbatasan ketersediaan topsoil mendorong pemanfaatan tanah subsoil sebagai media tanam alternatif, meskipun subsoil umumnya memiliki kesuburan rendah dan kandungan bahan organik yang terbatas. Upaya perbaikan kualitas subsoil dapat dilakukan melalui penambahan input hayati dan bahan organik. Tujuan.Penelitian ini bertujuan untuk menentukan komposisi media tanam, biofertilizer, dan pupuk kandang kotoran bebek yang paling efektif dalam meningkatkan pertumbuhan bibit Sengon Buto (Enterolobium cyclocarpum) berdasarkan parameter tinggi tanaman, jumlah daun, diameter batang, NPA, dan IKB. Metode. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dua faktorial dengan enam kali pengulangan. Faktor P terdiri dari empat komposisi jenis media tanam, yaitu P0 (kontrol), P1 (tanah, kapur, Pupuk Kandang 10gr), P2 (tanah, kapur, Pupuk kandang 15gr), dan P3 (tanah, kapur, pupuk kandang 20gr), Faktor M adalah empat dosis biofertilizer: M0 (tanpa biofertilizer), M1 (5gr), M2 (10gr), dan M3 (15gr). Hasil. Penelitian menunjukkan bahwa faktor biofertilizer dan media tanam secara tunggal memberikan pengaruh yang sangat nyata terhadap parameter pertumbuhan vegetatif, meliputi pertambahan tinggi, pertambahan diameter, dan jumlah daun. Temuan ini mengindikasikan bahwa kedua faktor tersebut, biofertilizer sebagai agen hayati dan pupuk P sebagai sumber hara, memiliki peranan penting dan independen dalam mendorong pertumbuhan tanaman. Kesimpulan. Komposisi media tanam berupa campuran tanah subsoil yang diberi kapur dan pupuk kandang kotoran bebek sebanyak 20gr/polybag serta dikombinasikan dengan pemberian biofertilizer 10gr/polybag merupakan perlakuan yang paling efektif dalam meningkatkan pertumbuhan bibit sengon buto (Enterolobium cyclocarpum).

Item Type: Thesis (Skripsi)
Uncontrolled Keywords: Kata kunci: Biofertilizer; Pupuk Kandang Bebek; Sengon Buto (Enterolobium Cyclocarpum)
Subjects: S Agriculture > SD Forestry
Divisions (Program Studi): Fakultas Kehutanan > Kehutanan
Depositing User: Unnamed user with username pkl2
Date Deposited: 24 Sep 2026 03:29
Last Modified: 24 Sep 2026 03:29
URI: http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/57835

Actions (login required)

View Item
View Item