PENGARUH KARAKTERISTIK INDIVIDU, POSTUR KERJA, DAN BEBAN KERJA FISIK TERHADAP GANGGUAN MUSKULOSKELETAL MELALUI KELELAHAN PADA TENAGA KERJA BONGKAR MUAT DI PELABUHAN SOEKARNO HATTA KOTA


MUNAJAT, RAIS (2025) PENGARUH KARAKTERISTIK INDIVIDU, POSTUR KERJA, DAN BEBAN KERJA FISIK TERHADAP GANGGUAN MUSKULOSKELETAL MELALUI KELELAHAN PADA TENAGA KERJA BONGKAR MUAT DI PELABUHAN SOEKARNO HATTA KOTA. Thesis thesis, Universitas Hasanuddin.

[thumbnail of K032221003-Ga9R1SyegAvd4ZKm-20250930232813.png] Image
K032221003-Ga9R1SyegAvd4ZKm-20250930232813.png

Download (47kB)
[thumbnail of K032221003-1-2.pdf] Text
K032221003-1-2.pdf

Download (641kB)
[thumbnail of K032221003-dp.pdf] Text
K032221003-dp.pdf

Download (185kB)
[thumbnail of K032221003-fulllll.pdf] Text
K032221003-fulllll.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (3MB)

Abstract (Abstrak)

RAIS MUNAJAT. Pengaruh Karakteristik Individu, Postur Kerja, Dan Beban Kerja Fisik Terhadap Gangguan Muskuloskeletal Melalui Kelelahan Pada Tenaga Kerja Bongkar Muat Di Pelabuhan Soekarno Hatta Kota Makassar (dibimbing oleh Atjo Wahyu dan Syamsiar S. Russeng). Latar Belakang. Tenaga kerja bongkar muat di pelabuhan berisiko tinggi mengalami gangguan muskuloskeletal hasil akumulasi berbagai faktor yang saling berinteraksi, mulai dari faktor personal hingga tuntutan tugas itu sendiri. Faktor-faktor tersebut dapat memicu kelelahan fisik yang berperan sebagai mediator terhadap timbulnya gangguan muskuloskeletal. Pemahaman hubungan antar variabel tersebut penting untuk mencegah dampak kesehatan jangka panjang pada para pekerja pelabuhan. Tujuan. Penelitian bertujuan untuk menilai pengaruh karakteristik individu, postur kerja, dan beban kerja fisik terhadap risiko gangguan muskuloskeletal pada tenaga kerja bongkar muat di Pelabuhan Soekarno Hatta Kota Makassar. Metode. Penelitian ini menggunakan desain observasional analitik dengan pendekatan potong lintang. Sampel terdiri dari tenaga kerja bongkar muat di Pelabuhan Soekarno Hatta sebanyak 113 pekerja aktif. Hubungan kausal antara variabel independen (karakteristik individu, postur kerja, dan beban kerja fisik), variabel intervening (kelelahan), dan variabel dependen (gangguan muskuloskeletal) dianalisis menggunakan path analysis berbantuan perangkat lunak AMOS 24. Hasil. Analisis path mengungkapkan bahwa hanya satu variabel independen, yaitu beban kerja fisik, yang memiliki pengaruh langsung signifikan terhadap variabel mediasi kelelahan dengan koefisien jalur sebesar 0.28 (p=0.002). Tiga variabel independen lainnya, yaitu indeks massa tubuh, kebiasaan merokok, dan postur kerja, tidak menunjukkan pengaruh signifikan terhadap tingkat kelelahan (p>0,05). Selanjutnya, variabel mediasi kelelahan memberikan pengaruh langsung yang signifikan terhadap variabel dependen gangguan muskuloskeletal dengan koefisien jalur 0.27 (p=0,002). Selain itu, hanya variabel postur kerja yang berpengaruh langsung signifikan terhadap gangguan muskuloskeletal dengan koefisien jalur sebesar 0.34 (p<0,001). Kesimpulan. Hasil ini menegaskan bahwa, pengaruh terhadap gangguan muskuloskeletal secara tidak langsung hanya terjadi melalui variabel beban kerja fisik, dan hanya postur kerja yang secara signifikan memengaruhi gangguan muskuloskeletal. Peneliti selanjutnya disarankan untuk mengeksplorasi kemungkinan adanya variabel moderator atau mengembangkan model alternatif yang lebih detail dengan konteks penelitian.

Item Type: Thesis (Thesis)
Subjects: R Medicine > RA Public aspects of medicine
Divisions (Program Studi): Fakultas Kesehatan Masyarakat > Keselamatan Dan Kesehatan Kerja
Depositing User: Nasyir Nompo
Date Deposited: 24 Sep 2026 03:25
Last Modified: 24 Sep 2026 03:25
URI: http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/57834

Actions (login required)

View Item
View Item