YANA, ESA RISQIANTI (2025) ANALISIS PAPARAN DEBU TERHADAP GANGGUAN FUNGSI PARU PADA PEKERJA DI PT SEMEN TONASA TAHUN 2025. Thesis thesis, Universitas Hasanuddin.
K032232022-FJ1Qa2UcM3nRyb8S-20251004120231.png
Download (125kB)
K032232022-1-2.pdf
Download (445kB)
K032232022-dp.pdf
Download (220kB)
K032232022-fulllll.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (6MB)
Abstract (Abstrak)
Latar Belakang. Survei pendahuluan di PT Semen Tonasa, produsen semen terbesar di Indonesia Timur, menunjukkan bahwa gangguan fungsi paru termasuk dalam 10 besar penyakit yang dialami pekerja. Hal ini disebabkan oleh paparan debu PM2.5 dan PM10 yang tinggi dan melebihi nilai ambang batas, terutama di area produksi. Risiko semakin meningkat pada pekerja yang tidak menggunakan alat pelindung diri (APD) atau yang merokok. Tujuan. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh paparan debu dan faktor individu (usia, status gizi, aktivitas fisik, paparan rokok, penggunaan APD) terhadap gangguan fungsi paru dengan kapasitas paru sebagai mediator pada pekerja PT Semen Tonasa. Metode. Penelitian ini merupakan studi observasional kuantitatif dengan desain potong lintang yang mengukur paparan debu respirabel dan asap rokok serta penggunaan APD pada pekerja PT Semen Tonasa. Kapasitas paru diperiksa menggunakan spirometer digital. Data dianalisis menggunakan perangkat lunak SPSS melalui analisis univariat, bivariat, dan analisis jalur untuk menilai hubungan antar variabel. Hasil: Hasil analisis menunjukkan bahwa paparan debu berpengaruh negatif signifikan terhadap kapasitas paru (estimate -0,029; p=0,001), sedangkan aktivitas fisik dan penggunaan APD meningkatkan kapasitas paru dengan pengaruh positif yang signifikan (estimate 0,021 dan p=0,001). Selain itu, kapasitas paru dan aktivitas fisik berpengaruh positif signifikan terhadap gangguan fungsi paru, sementara usia, status gizi, dan paparan rokok tidak menunjukkan pengaruh yang signifikan, baik secara langsung maupun tidak langsung melalui kapasitas paru (p>0,05). Kesimpulan. Fungsi paru pada pekerja di industri semen dapat dicapai melalui pengendalian paparan debu yang optimal serta penerapan perilaku kerja yang sehat. Aktivitas fisik dan kepatuhan terhadap penggunaan alat pelindung diri merupakan strategi utama dalam mencegah gangguan fungsi paru akibat lingkungan kerja yang berisiko tinggi. Oleh karena itu, disarankan agar manajemen industri semen memperkuat sistem pengendalian debu, memastikan ketersediaan dan penggunaan alat pelindung secara konsisten, serta mendorong aktivitas fisik sebagai bagian dari promosi kesehatan kerja.
| Item Type: | Thesis (Thesis) |
|---|---|
| Subjects: | R Medicine > RA Public aspects of medicine |
| Divisions (Program Studi): | Fakultas Kesehatan Masyarakat > Keselamatan Dan Kesehatan Kerja |
| Depositing User: | Nasyir Nompo |
| Date Deposited: | 24 Sep 2026 03:16 |
| Last Modified: | 24 Sep 2026 03:16 |
| URI: | http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/57830 |
