AL KHAER, ANDI SYAHID (2026) PENCABUTAN KETERANGAN TERDAKWA DALAM PROSES PERADILAN PIDANA=REVOCATION OF DEFENDANT'S STATEMENT IN CRIMINAL PROCEEDINGS. Thesis thesis, Universitas Hasanuddin.
B012231081-GitHyTunJSd2YLmP-20260416192543.jpg
Download (696kB)
B012231081-1-2.pdf
Download (401kB)
B012231081-dp.pdf
Download (37kB)
B012231081-full.pdf
Restricted to Repository staff only until 13 March 2028.
Download (5MB)
Abstract (Abstrak)
ANDI SYAHID AL KHAER (B012231081). Pencabutan Keterangan Terdakwa Dalam Proses Peradilan Pidana. Dibimbing oleh Haeranah. Latar Belakang: Penelitian ini membahas pencabutan keterangan terdakwa dalam proses peradilan pidana. Fenomena ini menjadi masalah serius karena banyaknya kasus di persidangan dimana terdakwa melakukan pencabutan keterangan sehingga hal tersebut berpengaruh pada putusan maupun pertimbangan hakim. Tujuan Penelitian ini adalah untuk menganalisis dasar pertimbangan hakim dalam menetukan sah tidaknya keterangan terdakwa ketika melakukan pencabutan keterangan dan konsekuensi hukum bagi penyidik yang melakukan pemaksaan pengakuan kepada tersangka di tingkat penyidikan. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian hukum empiris. Lokasi penelitian dilaksanakan di Pengadilan Negeri Kota Makassar dan Polrestabes Kota Makassar. Data yang digunakan adalah data primer berupa wawancara dan data sekunder yang diperoleh dari bahan kepustakaan. Data yang diperoleh kemudian dianalisis secara kualitatif-descriptif. Hasil penelitian ini menunjukkan (1) Motif terdakwa melakukan pencabutan ketarangan dalam persidangan disebabkan oleh beberapa faktor seperti tekanan atau ancaman, intimidasi, dan penyiksaan saat BAP. Hasil dari penelitian ini menyatakan bahwa terdapat tidak konsistensi keterangan yang terdakwa sampaikan baik dari proses BAP maupun dalam proses Persidangan. (2) Dasar pertimbangan hakim dan Kredibilitas putusan hakim pada dasarnya tidak semata-mata bergantung pada keterangan terdakwa, tetapi pada keseluruhan alat bukti yang diajukan dalam persidangan. Apabila terdakwa mencabut keterangannya, hakim tetap memiliki kewenangan untuk menilai kebenaran materiil dari perkara dengan mempertimbangkan seluruh alat bukti yang sah sesuai ketentuan yang ada dalam KUHAP.
| Item Type: | Thesis (Thesis) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Pencabutan keterangan, Proses Peradilan Pidana, Terdakwa. |
| Subjects: | K Law > K Law (General) |
| Divisions (Program Studi): | Fakultas Hukum > Ilmu Hukum |
| Depositing User: | Unnamed user with username pkl2 |
| Date Deposited: | 24 Sep 2026 01:09 |
| Last Modified: | 24 Sep 2026 01:09 |
| URI: | http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/57796 |
