Pengaruh Suhu Pengeringan Terhadap Karakteristik Fisik Dan Kimia Biji Kakao (Theobroma cacao L.) Yang Dikeringkan Dengan Alat Pengering Tipe Bed Dryer Hybrid (Tenaga Surya Dan Gas LPG) = Effect of Drying Temperature on Physical and Chemical Characteristics of Cocoa Beans (Theobroma cacao L.) Drying with a Hybrid Bed Dryer (Solar and Gas LPG)


FAUZAN, MUH. FARHAN (2026) Pengaruh Suhu Pengeringan Terhadap Karakteristik Fisik Dan Kimia Biji Kakao (Theobroma cacao L.) Yang Dikeringkan Dengan Alat Pengering Tipe Bed Dryer Hybrid (Tenaga Surya Dan Gas LPG) = Effect of Drying Temperature on Physical and Chemical Characteristics of Cocoa Beans (Theobroma cacao L.) Drying with a Hybrid Bed Dryer (Solar and Gas LPG). Skripsi thesis, UNIVERSITAS HASANUDDIN.

[thumbnail of Cover] Image (Cover)
G041211065-XMh4jtrJW9FYUS7d-20260527121507.jpeg

Download (149kB)
[thumbnail of Bab 1-2] Text (Bab 1-2)
G041211065-1-2.pdf

Download (476kB)
[thumbnail of Dapus] Text (Dapus)
G041211065-dp.pdf

Download (230kB)
[thumbnail of Full Text] Text (Full Text)
G041211065-fullll.pdf
Restricted to Repository staff only until 19 January 2028.

Download (1MB)

Abstract (Abstrak)

Latar belakang. Pengeringan merupakan tahapan pascapanen yang sangat menentukan mutu fisik dan kimia biji kakao, terutama pada aspek stabilitas kadar air, pembentukan senyawa flavor, karakter warna serta parameter kimia lainnya. Ketidaktepatan pengaturan suhu selama pengeringan dapat menyebabkan perubahan mutu, degradasi senyawa bioaktif dan meningkatkan risiko kehilangan kualitas biji kakao. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui pengaruh perbedaan suhu pengeringan menggunakan alat pengering tipe bed dryer hybrid (tenaga surya dan gas LPG) terhadap mutu fisik dan kimia biji kakao yang mencakup kadar air, perubahan dimensi biji (Geometric Mean Diameter), nilai warna (∆E), serta perubahan pH biji kakao setelah pengeringan. Metode penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap dengan empat perlakuan suhu yaitu pengeringan alami (kontrol), suhu 45°C, suhu 55°C dan suhu 65°C, masing-masing dilakukan dua kali ulangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peningkatan suhu pengeringan berpengaruh signifikan terhadap penurunan kadar air dan memperlihatkan penyusutan dimensi yang lebih tinggi pada suhu yang lebih besar. Pengeringan suhu 65°C menghasilkan kadar air terendah serta pH tertinggi, menunjukkan efektivitas terbesar dalam stabilisasi kimia biji kakao. Kesimpulannya bahwa semakin tinggi suhu pengeringan hybrid maka semakin efisien proses pengeringan biji kakao tanpa mengganggu struktur utama, sehingga suhu 65°C dapat direkomendasikan sebagai suhu optimal.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Uncontrolled Keywords: Biji kakao,Pengeringan Hybrid,Mutu
Subjects: S Agriculture > S Agriculture (General)
Divisions (Program Studi): Fakultas Teknologi Pertanian > Teknik Pertanian
Depositing User: stfathirah s
Date Deposited: 02 Sep 2026 05:50
Last Modified: 02 Sep 2026 05:50
URI: http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/57789

Actions (login required)

View Item
View Item