URGENSI PUTUSAN EX TUNC DALAM PERHITUNGAN MASA IDDAH PADA PUTUSAN CERAI PENGADILAN AGAMA=The Urgency of Applying *Ex Tunc* in the Calculation of the Iddah Period in Divorce Decisions of the Religious Court


SALAHUDDIN, SALAHUDDIN (2025) URGENSI PUTUSAN EX TUNC DALAM PERHITUNGAN MASA IDDAH PADA PUTUSAN CERAI PENGADILAN AGAMA=The Urgency of Applying *Ex Tunc* in the Calculation of the Iddah Period in Divorce Decisions of the Religious Court. Thesis thesis, Universitas Hasanuddin.

[thumbnail of COVER] Image (COVER)
B012222002-Rw4OvQFDd39sfELr-20260411151358.jpg

Download (445kB)
[thumbnail of BAB 1-2] Text (BAB 1-2)
B012222002-1-2.pdf

Download (1MB)
[thumbnail of DAPUS] Text (DAPUS)
B012222002-dp.pdf

Download (368kB)
[thumbnail of FULL TEKS] Text (FULL TEKS)
B012222002-fullll.pdf
Restricted to Repository staff only until 14 July 2028.

Download (2MB)

Abstract (Abstrak)

Latar belakang dari penelitian ini adalah untuk menganalisis ketentuan hukum yang mengatur awal Perhitungan Masa Iddah Pada Putusan Cerai Pengadilan Agama. Tujuan penelitian ini Untuk mengetahui urgensi penerapan Asas Retroaktif pada perhitungan masa iddah di Pengadilan Agama. Metode Penelitian ini adalah Metode penelitian hukum empiris. Jenis dan sumber data adalah data primer dan data sekunder. Data primer diperoleh langsung melalui wawancara yang dilakukan di Pengadilan Agama Nunukan. Adapun data sekunder diperoleh melalui studi kepustakaan seperti literatur, buku, jurnal dan perundang-undangan disamping data, digunakan juga bahan hukum, meliputi bahan hukum primer, sekunder, dan tersier. Analisis pada data dan bahan hukum dilakukan secara kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1). Penerapan awal perhitunan masa iddah di Pengadilan Agama diatur dalam Kompilasi Hukum Islam (KHI) pasal 153 ayat 4 Kompilasi Hukum Islam (KHI). Ketentuan tersebut mengatur tentang awal perhitungan masa iddah dimulai setelah adanya putusan yang berkekuatan hukum tetap dari Pengadilan Agama. Ketentuan tersebut bertentangan dengan hukum Islam sebagai norma yang dianut oleh masyarakat dan mengakibatkan diskriminasi terhadap perempuan. Serta menyalahi ketentuan hukum formil yang ada di Pengadilan Agama (2). Penerapan Putusan Ex Tunc di Pengadlan Agama dalam perkara cerai sangat urgen untuk menjaga kesucian hukum agama, menghindari kemudharatan dan untuk menerapkan hukum formal di Pengadilan Agama secara konsisten.

Item Type: Thesis (Thesis)
Uncontrolled Keywords: Putusan Ex Tunc, Masa Iddah, Pengadilan Agama
Subjects: K Law > K Law (General)
Divisions (Program Studi): Fakultas Hukum > Ilmu Hukum
Depositing User: Unnamed user with username pkl2
Date Deposited: 24 Sep 2026 00:54
Last Modified: 24 Sep 2026 00:54
URI: http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/57786

Actions (login required)

View Item
View Item