ANALISIS PERAN JUSTICE COLLABORATOR DALAM KASUS TINDAK PIDANA NARKOTIKA (PUTUSAN NOMOR 98/PID.SUS/2023/PN JKT.BRT)=Analysis of the Role of a Justice Collaborator in a Narcotics Crime Case (Decision Number 98/Pid.Sus/2023/PN Jkt.Brt).


MAKALALAG, MUHAMAD ALIF IZLAN (2026) ANALISIS PERAN JUSTICE COLLABORATOR DALAM KASUS TINDAK PIDANA NARKOTIKA (PUTUSAN NOMOR 98/PID.SUS/2023/PN JKT.BRT)=Analysis of the Role of a Justice Collaborator in a Narcotics Crime Case (Decision Number 98/Pid.Sus/2023/PN Jkt.Brt). Skripsi thesis, Universitas Hasanuddin.

[thumbnail of COVER] Image (COVER)
B011201338-BrEeqoNTX9Y2jpDS-20260416164908.jpeg

Download (56kB)
[thumbnail of BAB 1-2] Text (BAB 1-2)
B011201338-1-2.pdf

Download (455kB)
[thumbnail of DAPUS] Text (DAPUS)
B011201338-dp.pdf

Download (167kB)
[thumbnail of FULL TEKS] Text (FULL TEKS)
B011201338-fulll.pdf
Restricted to Repository staff only until 14 April 2028.

Download (1MB)

Abstract (Abstrak)

MUHAMAD ALIF IZLAN MAKALALAG (B011201338). Analisis Peran Justice Collaborator dalam Kasus Tindak Pidana Narkotika (Putusan Nomor 98/Pid.Sus/2023/PN Jkt.Brt). Dibimbing oleh Andi Syahwiah A. Sapiddin Tindak pidana narkotika sebagai kejahatan luar biasa menuntut strategi penegakan hukum inovatif, salah satunya melalui mekanisme justice collaborator. Putusan 98/Pid.Sus/2023/PN Jkt.Brt menjadi relevan karena menguji peran saksi pelaku dalam membongkar jaringan yang melibatkan oknum aparat penegak hukum. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pemenuhan kriteria justice collaborator oleh Terdakwa Linda Pujiastuti dan menelaah bagaimana status tersebut memengaruhi pertimbangan hakim. Metode: Penelitian ini menggunakan tipe penelitian hukum normatif dengan pendekatan perundang-undangan. Sumber bahan hukum yang digunakan adalah bahan hukum primer, sekunder, dan non- hukum yang dianalisis secara kualitatif. Hasil: Penelitian menunjukkan bahwa (1) Terdakwa Linda Pujiastuti secara substantif memenuhi kriteria sebagai justice collaborator karena keterangannya krusial dalam mengungkap peran aktor intelektual; (2) Status justice collaborator menjadi pertimbangan meringankan, namun putusan yang tetap berat merefleksikan dilema dalam menyeimbangkan penghargaan atas kerja sama dengan pertanggungjawaban pidana. Kesimpulan: Peran justice collaborator efektif membongkar kejahatan terorganisasi, namun belum terdapat standar pemidanaan yang seragam, sehingga menimbulkan disparitas putusan yang berpotensi melemahkan efektivitas mekanisme tersebut.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Uncontrolled Keywords: Justice Collaborator; Narkotika; Pemidanaan.
Subjects: K Law > K Law (General)
Divisions (Program Studi): Fakultas Hukum > Ilmu Hukum
Depositing User: Unnamed user with username pkl2
Date Deposited: 23 Sep 2026 06:06
Last Modified: 23 Sep 2026 06:06
URI: http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/57746

Actions (login required)

View Item
View Item